Ganjar Pranowo hingga Soimah Kenang Sosok Maestro Seni Rupa Nasirun 

4 Min Read
Portrait of a man with long hair and a mustache, smiling broadly at the camera.
Maestro Seni Rupa Indonesia Nasirun. (Foto: Istimewa)

Mabur.co — Dunia seni rupa Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya. Maestro seni lukis kontemporer Nasirun meninggal dunia pada Sabtu (1/8/2026) pukul 05.50 WIB dalam usia 60 tahun.

Perupa kelahiran Cilacap, 1 Oktober 1965, itu mengembuskan napas terakhir di RS AMC Muhammadiyah Yogyakarta setelah sebelumnya dilarikan ke rumah sakit akibat sesak napas sekitar pukul 02.00 WIB. Kabar duka tersebut dikonfirmasi keluarga melalui surat berita lelayu.

Kepergian Nasirun langsung memantik ucapan belasungkawa dari berbagai tokoh nasional, seniman, budayawan, hingga sahabat dekatnya. Mereka mengenang Nasirun bukan hanya sebagai pelukis besar, tetapi juga pribadi yang hangat, rendah hati, dan selalu memberi inspirasi.

Ganjar Pranowo Sulit Percaya

Mantan Gubernur Jawa Tengah,, Ganjar Pranowo, mengaku sulit mempercayai kabar wafatnya Nasirun. Melalui akun Instagram pribadinya, ia mengenang pertemuan terakhir mereka dalam pameran Arundhati.

Ganjar bercerita sempat menunggu lama Nasirun sambil menikmati kopi di Pendapa Art Space. Saat itu mereka bahkan sudah berjanji akan kembali bertemu di rumah sang pelukis untuk berbincang lebih lama.

“Saya kira masih ada banyak waktu. Ternyata Allah berkehendak lain,” tulis Ganjar.

Ia menyebut Nasirun sebagai sosok yang baik dan mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan.

Ucapan penuh haru juga datang dari aktor Dwisasono. Ia mengenang canda tawa bersama Nasirun yang menurutnya masih terasa begitu dekat.

Baginya, karya-karya Nasirun tidak hanya menghadirkan keindahan visual, tetapi juga mengajarkan keberpihakan kepada kehidupan.

“Pak Nasirun, kekaryaanmu adalah guru sepanjang jalan. Bagi saya dan bagi semua yang ditinggalkan. Karyamu abadi,” tulisnya.

Duka Mendalam Mantan Menteri Agama

Mantan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, juga mengungkapkan rasa kehilangan mendalam. Ia mengaku sempat menghubungi putri Nasirun untuk memastikan kabar tersebut karena tidak percaya mendengar berita duka itu.

Lukman mengenang Nasirun sebagai pribadi yang tenang, bijaksana, dan selalu menyenangkan orang lain. Salah satu nasihat yang paling diingatnya adalah ketika Nasirun berpesan agar selalu sabar karena Tuhan selalu menemani.

“Terus sabar, Mas Lukman. Ada Gusti Allah yang menemani. Ngeladeni umat beragama itu seperti mengurusi komunitas seni, perlu kesabaran,” kenang Lukman mengutip nasihat almarhum.

Sementara itu, komedian Soimah Pancawati, membagikan salah satu kenangan berharganya bersama Nasirun. Ia mengunggah karya sang maestro sambil mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik.

Seniman Sujiwo Tejo juga menyampaikan penghormatan terakhirnya. Ia mengenang kenangan bersama Nasirun lewat sebuah lukisan kolaborasi mereka berdua dalam pameran di Bentara Budaya Jakarta pada 2023. 

“Jejak langkahmu selalu bermutu, lucu, menyentuh kalbu. Sugeng tindak Maestro Nasirun, sampai jumpa,” tulisnya.

Usai disemayamkan di rumah duka, jenazah Nasirun sendiri langsung dimakamkan di Taman Makam Seniman Giri Sapto, Imogiri, Bantul, DI Yogyakarta, pada Sabtu (1/8/2026).

Pemakaman sang maestro ini pun dihadiri berbagai lapisan masyarakat termasuk sejumlah tokoh nasional, seniman, budayawan, hingga sahabat dan rekan-rekannya. 

Dalam unggahan seniman tari Didik Nini Thowok, juga nampak terlihat mantan Mentri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti hingga presenter kondang Rosiana Silalahi yang hadir untuk betakziah.

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar