Jelajah, Bermain, dan Berkisah Bersama ‘Play On Anak Krian 2’

4 Min Read
Group of children seated on mats in a yellow-walled room while several teens perform at the doorway area to the right.
Suasana pembelajaran di acara 'Play On Anak Krian 2'. Foto: Dok. Panitia

Mabur.co – Bagaimana jika belajar tidak harus duduk diam di dalam kelas? Di ‘Play On Anak Krian 2’, anak-anak diajak belajar sambil bergerak, bermain, menjelajah, bernyanyi, dan berkisah.

Dalam rilis yang diterima mabur.co, Senin (10/8/2026), acara menyenangkan ini mengusung tema “Jelajah, Bermain, Berkisah”, kegiatan berlangsung di Balai RW 09 Krajan Stasiun, Krian, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (9/8/2026). Kegiatan ini mempertemukan anak-anak, orang tua, pemuda, relawan, komunitas, akademisi, dan pemerintah.

Delapan Komunitas Terlibat

Delapan komunitas terlibat, yakni Komunitas Marbot Masjid Manarul Iman Krian, Forum TBM Kabupaten Sidoarjo, Sekawan Bumi Foundation, Pepelingasih Kabupaten Sidoarjo, Nareswara Nusantara, Pemuda Lintas Dusun (PLD), Rumah Cerita Darissa, dan Jelajah Selindu.

Beragam aktivitas dihadirkan, mulai wood puzzle dan flash card, walking tour dan games, edukasi lingkungan, cinta tanah air, hingga workshop mendongeng. Bermain menjadi media untuk melatih keberanian, kreativitas, komunikasi, kerja sama, dan kepedulian anak.

Fasilitator Pepelingasih Kabupaten Sidoarjo, Amelia Martha, mengajak anak mengenal sampah rumah tangga dan pohon melalui bermain dan menggambar. Ia melihat antusiasme anak menjadi pengalaman menarik dalam kegiatan tersebut.

Group of children and women on a colorful mat inside a yellow-walled room, building with wooden blocks.
Jelajah, bermain, berkisah di acara ‘Play On Anak Krian 2’. Foto: Dok Panitia

“Senang banget bisa ikut ‘Play On Anak Krian’. Banyak pengalaman, cerita, dan momen seru yang didapat. Selain menambah teman, kegiatan ini juga bikin aku belajar untuk lebih aktif, kompak, dan berani berkontribusi,” ujar Amelia.

Sementara itu, Nurul Janah, S.IIP., M.Hum., Dosen Program Studi Ilmu Informasi dan Perpustakaan UNAIR, mengajak anak mengenal cinta tanah air. Ia menemukan anak-anak antusias bercerita tentang kegiatan Agustus, mengenal bendera dan lagu kemerdekaan, serta menyampaikan cita-cita mereka.

“Tidak hanya anak-anak, orang tua pun turut mendampingi kegiatan ini dengan penuh semangat,” kata Nurul.

Literasi yang Sesuai Kebutuhan Masyarakat

Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak menjadi kekuatan ‘Play On’ untuk mengembangkan literasi sesuai kebutuhan masyarakat.

“Kegiatan ini sangat positif sekali dilakukan dengan saling berkolaborasi berbagai pihak untuk meningkatkan literasi masyarakat sesuai dengan kebutuhan,” ujarnya.

Literasi juga dikembangkan melalui workshop mendongeng oleh Darysha Fakhira Hidayatulloh. Materi dasar mendongeng dipadukan dengan permainan, lagu, dan gerakan. Anak-anak terlihat aktif dan antusias mengikuti kegiatan.

“Anak-anak jauh lebih mudah menyerap suasana dan materi ketika diajak berinteraksi langsung lewat lagu dan gerakan dibandingkan hanya mendengarkan secara pasif,” ungkap Darysha.

Permainan Paling Dekat dengan Anak

Sementara itu, Muhammad Azmi Rahman, pendamping program dari Forum TBM Kabupaten Sidoarjo, menilai bermain merupakan pendekatan yang paling dekat dengan dunia anak.

“Melalui bermain, anak dapat belajar tanpa merasa sedang belajar secara formal,” jelasnya.

Group of girls in colorful hijabs building a wooden block tower on a green rug in a bright room.
Keasyikan bermain di acara ‘Play On Anak Krian 2’. Foto: Dok. Panitia

Menurut Azmi, ‘Play On’ diarahkan untuk membangun kepercayaan diri, kreativitas, kemandirian, kerja sama, kepedulian, dan kemampuan berkomunikasi.

Dukungan terhadap keberlanjutan kegiatan disampaikan Udik Arif Muzaiyyin, S.T., M.M., Kepala Kelurahan Krian.

Ia mendorong ‘Play On’ terus dikembangkan dan menyatakan kesiapan pemerintah kelurahan menggerakkan organisasi maupun lembaga kemasyarakatan untuk mendukung kegiatan.

Ia berharap kegiatan anak dan pemuda dapat ikut membentuk budaya literasi, kebersamaan, dan solidaritas dalam kehidupan sehari-hari.

‘Play On Anak Krian 2’ menunjukkan bahwa ruang belajar tidak selalu berada di dalam kelas. Melalui permainan, cerita, lingkungan, dan interaksi, anak dapat belajar dengan cara yang menyenangkan sekaligus membangun keberanian, kreativitas, dan kepedulian.

“Jelajah, Bermain, Berkisah” pun bukan sekadar tema, tetapi menjadi pendekatan untuk menghadirkan ruang tumbuh bersama bagi anak-anak Krian. ***

Share This Article
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar