Terus-terusan Update Aplikasi Berpotensi Merusak Mental, Lho! - Mabur.co

Terus-terusan Update Aplikasi Berpotensi Merusak Mental, Lho!

Mabur.co – Siapa pun dari kita pasti sudah memiliki ponsel Android atau bahkan iPhone. Di mana setiap jenis ponsel tersebut selalu menawarkan pembaruan atau update aplikasi pada periode tertentu, terutama aplikasi yang banyak digemari oleh orang, seperti YouTube, WhatsApp, Google Chrome, dan seterusnya.

Namun sadarkah Anda, bahwa terlalu sering meng-update aplikasi juga memiliki dampak buruk bagi kesehatan mental?

Menurut informasi dari laman Hello Sehat, beberapa studi dan artikel kesehatan mental telah membahas mengenai dampak buruk dari terlalu sering mengunduh dan meng-update aplikasi terhadap kesehatan psikologis.

Meskipun tidak ada kaitan secara langsung antara meng-update aplikasi dengan gangguan kesehatan mental, namun secara tidak langsung hal itu tetap berkontribusi pada kerusakan mental di kemudian hari.

Beberapa dampak buruk dari terlalu sering meng-update aplikasi antara lain:

Kecemasan akan Perubahan

Update aplikasi yang terlalu sering dapat mengganggu rutinitas dan membingungkan Anda, lantaran Anda harus terus menerus mempelajari fitur baru yang muncul pada aplikasi tersebut. Hal ini tentunya dapat memicu kecemasan atau stres baru.

Belum lagi kemungkinan bahwa ponsel Anda harus selalu kompatibel terhadap setiap update tersebut, padahal ponsel Android atau iPhone Anda tetaplah sama.

Tentu saja tidak mungkin jika Anda terpaksa memperbarui ponsel Anda, alias beli ponsel baru, hanya untuk menyesuaikan dengan update yang tersedia.

Kelelahan Digital dan Ketergantungan Terhadap Ponsel

Serangkaian update yang dilakukan pihak aplikasi seringkali dirancang untuk meningkatkan keterlibatan pengguna, yang ujung-ujungnya malah menambah jam penggunaan aplikasi tersebut tanpa disadari.

Hal ini tentunya dapat menyebabkan kelelahan digital (digital fatigue), yang memicu meningkatnya peningkatan kecemasan dan juga stres.

Perbandingan Sosial dan FOMO

Beragam fitur baru yang ditawarkan pada setiap update aplikasi, berpotensi memicu perasaan tidak mampu atau bahkan FOMO (fear of missing out) yang mengarah pada depresi dan rasa cemas berlebihan.

Misalnya saja aplikasi media sosial WhatsApp, yang pada 2023 lalu meluncurkan fitur “WhatsApp Channel”.

Mereka yang tidak familiar dengan WhatsApp channel lantaran tidak meng-update aplikasi WhatsApp-nya, tentu saja akan merasa FOMO alias ketinggalan informasi terbaru yang disediakan lewat fitur WhatsApp channel tersebut.

Bahkan dalam beberapa kasus, jika aplikasi WhatsApp-nya tidak di-update, maka aplikasi ini tidak bisa digunakan sama sekali. Dengan kata lain, WhatsApp “memaksa” Anda untuk memiliki fitur WhatsApp Channel.

Gangguan Tidur

Selain menambah durasi penggunaan (usage time), update aplikasi secara berlebihan juga sekaligus dapat mengurangi atau mengganggu jam tidur Anda.

Karena semakin banyak fitur baru yang ditemukan setelah update aplikasi, Anda akan semakin ketagihan memainkan aplikasi tersebut, lalu ujung-ujungnya Anda akan lupa untuk istirahat termasuk untuk tidur.

Karena pada akhirnya, Anda harus terus-terusan fokus pada ponsel Anda, dan melupakan kesehatan Anda sendiri, termasuk juga kesehatan mental Anda.

***

Tentu tidak ada salahnya untuk meng-update aplikasi favorit Anda, karena pada akhirnya itu adalah ponsel Anda sendiri, dan hak pribadi Anda untuk memilih meng-update atau tidak.

Namun satu hal yang patut diwaspadai adalah, kebiasaan kecil seperti ini bisa menjadi masalah besar di kemudian hari, tanpa pernah Anda sadari. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *