Mabur.co – Di masa lalu, Pulau Jawa dikenal sebagai wilayah dengan tingkat keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. Beragam jenis tanaman tumbuh subur di berbagai hutan belantara yang tersebar di pulau ini.
Dari sekian banyak jenis tanaman tersebut, ada salah satu pohon yang tergolong sangat istimewa. Namanya pohon Nagasari.
Pohon Nagasari bukanlah pohon biasa. Pohon ini dianggap istimewa dan sangat disakralkan oleh masyarakat Jawa, karena diyakini memiliki bermacam fungsi spiritual.
Sayangnya, saat ini keberadaan pohon Nagasari sudah sangat langka dan sulit ditemui. Di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) saja, jumlah pohon ini mungkin dapat dihitung dengan jari.
Meskipun sudah sangat langka, pohon Nagasari masih dapat ditemukan di sejumlah kompleks pemakaman tua yang dianggap keramat.
Salah satunya berada di makam keramat Gunung Pengklik, Dusun Pengklik, Desa Madurejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, yang diperkirakan didirikan sekitar abad ke-18.
Di kompleks makam ini terdapat setidaknya tiga pohon Nagasari yang telah berusia ratusan tahun. Masyarakat setempat sangat mensakralkan pohon ini karena dipercaya memiliki tuah serta fungsi spiritual tertentu.

Selain diyakini berfungsi sebagai pelindung dari gangguan gaib dan mengusir roh jahat, pohon Nagasari juga dianggap sebagai tempat bersemayamnya roh-roh suci, sehingga semakin menguatkan statusnya sebagai pohon keramat.
Menurut juru kunci makam, Romli, pohon Nagasari memiliki pertumbuhan yang sangat lambat dan tergolong sulit untuk dikembangbiakkan.
Beberapa warga yang mencoba menanam tunas pohon yang tumbuh di kawasan ini tidak pernah berhasil karena tanaman tersebut selalu mati.
“Mungkin karena itu pohon ini menjadi sangat langka. Setahu saya, selain tumbuh di sini, pohon Nagasari hanya dapat ditemui di kompleks pemakaman Wot Galeh, Kotagede, serta makam raja-raja di Imogiri,” ujarnya kepada mabur.co.
Pohon Nagasari dapat tumbuh hingga ketinggian sekitar 30 meter dengan diameter batang mencapai dua meter. Pohon ini memiliki nama ilmiah Mesua ferrea.
Nagasari termasuk dalam suku Clusiaceae. Dalam bahasa Inggris, pohon ini dikenal dengan sebutan Ceylon ironwood.

Ciri utama pohon ini adalah batangnya yang besar, kuat, dan sangat keras, sehingga dijuluki sebagai pohon kayu besi. Pada kondisi tertentu, batang pohon ini mengeluarkan getah berwarna kuning bening.
Kayunya yang memiliki kualitas sangat tinggi membuat pohon Nagasari kerap dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan kapal, mebel, hingga warangka keris.
Pohon Nagasari tumbuh dengan banyak cabang dan ranting, serta memiliki tajuk berbentuk kerucut yang lebat dan rimbun. Daunnya tunggal, sempit, memanjang, dan berwarna hijau gelap.
Sementara itu, bunganya berwarna putih dengan benang sari berwarna kuning dan memiliki aroma yang sangat harum. Pohon ini juga menghasilkan biji berwarna cokelat tua yang sangat keras.
Sejumlah referensi menyebutkan bahwa beberapa bagian pohon Nagasari, seperti daun, bunga, dan biji, telah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional.
Khasiatnya antara lain untuk mengobati diare, menurunkan demam, hingga mengatasi penyakit kulit. ***



