Mabur.co – Pemandangan menarik terjadi pada prosesi Labuhan Dalem Keraton Yogyakarta yang berlangsung di Cepuri Parangkusumo, Kapanewon Kretek, Bantul, Senin (19/1/2026). Ternyata ritual sakral tersebut turut dihadiri sosok pawang hujan yang sempat mencuri perhatian pada gelaran MotoGP Mandalika pada 2022 lalu, yakni Raden Rara Istiati Wulandari atau yang akrab disapa Mbak Rara.
Kehadiran Mbak Rara langsung mencuri perhatian pengunjung yang hadir menyaksikan ritual Labuhan Dalem pagi itu. Bahkan, Mbak Rara juga sempat mengikuti prosesi. Meskipun sudah berlangsung beberapa hari lalu, namun sosok Mbak Rara masih menjadi perbincangan panas di jagad maya.
Menurut laporan Kompas, pihak keraton sejatinya tidak mengizinkan adanya orang luar yang mengikuti prosesi Labuhan Dalem, namun tetap diperbolehkan untuk disaksikan secara langsung.

Menanggapi kehadiran Mbak Rara yang turut berpartisipasi dalam rangkaian ritual Labuhan di Cepuri Parangkusumo, pihak keraton melalui GKR Condrokirono, yakni Putri Kedua Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menyampaikan bahwa prosesi Labuhan memang bersifat terbuka untuk umum. Masyarakat diperbolehkan hadir untuk menyaksikan jalannya acara.
“Untuk agenda yang memang terbuka untuk umum, ini berarti masyarakat diperbolehkan untuk hadir menyaksikan dengan menjaga ketenangan dan ketertiban demi kelancaran acara. Sesuai tata aturan yang berlaku pada agenda tersebut,” lanjut dia.
Namun demikian, ia menegaskan, keterlibatan pihak di luar keraton dalam prosesi sakral tersebut tidak dapat dilakukan tanpa izin resmi.
Menurut GKR Condrokirono, setiap individu atau lembaga di luar Keraton Yogyakarta yang ingin terlibat langsung dalam agenda keraton wajib memperoleh izin dari otoritas yang berwenang.
“Kemudian, jika ada pihak luar, baik perorangan atau lembaga yang akan terlibat dalam agenda keraton, harus ada izin dari Penghageng Kawedanan Hageng Panitrapura,” pungkasnya.

Nama Mbak Rara sendiri mulai ramai diperbincangkan publik setelah aksi mengusir hujan deras di Sirkuit Mandalika pada Maret 2022 lalu. Aksi itu membuat geger seisi sirkuit, termasuk para pembalap seperti Fabio Quartararo yang sempat menirukan aksi Mbak Rara, meskipun akhirnya gagal. (*)



