Festival Batanghari 2026, Angkat Jejak Peradaban Sungai Terpanjang di Sumatra 

4 Min Read
Two men in traditional Malay attire greet each other with a handshake on stage during a cultural performance, with a colorful backdrop behind them.
Festival Batanghari 2026 di Kota Jambi. (Foto: Pemkot Jambi)

Mabur.co – Festival Batanghari kembali digelar di Kota Jambi pada 2026 ini. Festival tahunan ini digelar sebagai upaya mengenalkan kembali peran strategis Sungai Batanghari dalam sejarah perdagangan, budaya, dan kehidupan masyarakat Jambi.

Dibuka Jumat kemarin dan berlangsung hingga 22 Agustus 2026 mendatang, Festival Batanghari tahun 2026 kali ini mengusung tema “Jejak Jalur Perdagangan Rempah di Sungai Batanghari”. Tema ini sengaja dipilih sebagai pengingat peran penting sungai terpanjang di Pulau Sumatra itu. 

Digelar meriah dengan dihadiri jajaran pemerintah daerah, pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif, komunitas budaya, serta masyarakat, Festival Batanghari tahun ini menjadi lebih istimewa karena untuk kelima kalinya masuk dalam daftar Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata.

Sungai sebagai Identitas Kuat

Asisten Deputi Strategi Event Kementerian Pariwisata RI, Raden Wisnu Sindhutrisno, menilai Festival Batanghari merupakan salah satu festival yang memiliki identitas kuat karena mengangkat sungai sebagai bagian penting dari sejarah dan kehidupan masyarakat Jambi.

“Batanghari bukan sekadar sungai. Batanghari adalah nadi kehidupan, jalur perdagangan, pusat lahirnya peradaban Melayu Jambi sekaligus ruang tumbuhnya tradisi, seni dan budaya,” ujarnya dilansir situs resmi pemerintah Kota Jambi, Minggu (16/8/2026). .

Tema jalur perdagangan rempah menjadi salah satu fokus utama festival ini. Di mana sejarah perdagangan masa lalu yang memanfaatkan Sungai Batanghari coba dihadirkan kembali melalui berbagai kegiatan yang menggabungkan unsur edukasi dan hiburan.

Selain pameran ekonomi kreatif, pertunjukan seni budaya, hingga pameran batik khas Jambi, Festival Batanghari ini juga menggelar kegiatan reka ulang aktivitas perdagangan pada masa lalu.

Selain itu terdapat pula parade kapal dagang hias di sepanjang Sungai Batanghari, Pesta Rakyat, serta Fun Run yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.

Sejarah dan Peradaban Sungai

Berbagai agenda tersebut tidak hanya ditujukan untuk menarik wisatawan. Festival juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal kembali sejarah sungai yang selama berabad-abad menjadi jalur pergerakan manusia dan barang di Jambi.

Gubernur Jambi, Al Haris, mengatakan, sejarah kejayaan jalur rempah perlu menjadi sumber kebanggaan masyarakat sekaligus inspirasi bagi generasi muda.

Menurutnya, masyarakat Jambi tidak hanya memiliki sejarah sebagai penghasil rempah. Namun juga kemampuan dalam perdagangan dan pelayaran, termasuk kemampuan membaca astronomi, berbahasa, bernegosiasi, serta membangun hubungan dengan berbagai kebudayaan.

“Jangan hanya melihat Jambi sebagai produsen rempah. Kita harus berbangga bahwa leluhur kita pernah menjadi bagian penting dari jalur perdagangan dunia,” katanya.

Selain mengangkat sejarah, Festival Batanghari juga membawa pesan mengenai pentingnya menjaga sungai. Al Haris mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan Sungai Batanghari sebagai tempat pembuangan sampah.

Menurutnya, keberadaan sungai sangat penting bagi kehidupan masyarakat Jambi, termasuk sebagai sumber kebutuhan air. Selain itu ia juga mendorong lembaga adat ikut berperan dalam menjaga kebersihan dan kelestarian sungai melalui penguatan nilai-nilai adat.

Sementara itu, Kementerian Pariwisata sendiri terus mendorong agar Festival Batanghari tidak hanya mengejar jumlah kunjungan wisatawan. 

Dampak Ekonomi

Namun juga meningkatkan lama tinggal wisatawan sehingga dapat memberikan dampak ekonomi lebih besar bagi pelaku UMKM, seniman, pelaku usaha pariwisata, maupun masyarakat sekitar.

Wali Kota Jambi, Maulana, mengatakan, kegiatan budaya seperti Festival Batanghari perlu terus dikembangkan bukan hanya sebagai acara seremonial, tetapi menjadi daya tarik wisata yang mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. 

“Keberadaan Festival Batanghari ini harus mampu menggerakkan perekonomian di Kota Jambi. Misalnya dengan memaksimalkan UMKM dari seluruh wilayah Kota Jambi,” katanya.

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar