Momen Istimewa Kartini, Pemikiran dan Perjuangan di Masa Lalu Tak Lekang oleh Waktu - Mabur.co

Momen Istimewa Kartini, Pemikiran dan Perjuangan di Masa Lalu Tak Lekang oleh Waktu

Mabur.co- Tanggal 21 April merupakan momen istimewa bagi kaum perempuan di Indonesia. Pada tanggal inilah diperingati Hari Kartini setiap tahunnya.

Peringatan Hari Kartini merupakan hari yang diperuntukkan sebagai bentuk penghormatan kepada Raden Ajeng Kartini Djojo Adhiningrat atau R.A. Kartini, pahlawan perempuan dan pejuang emansipasi wanita di Indonesia.

Wanita yang lahir di Jepara, Jawa Tengah, pada tanggal 21 April 1879 ini dikenal sebagai wanita yang memelopori kesetaraan antara wanita dan laki-laki di Indonesia.

Kartini menilai bahwa perempuan juga memiliki hak dan kapabilitas yang sama untuk melakukan apa yang saat itu hanya bisa dilakukan laki-laki.

Dalam rangka menyambut Hari Kartini pula, Galeri Saptohoedojo menggelar diskusi Kartini dan perempuan-perempuan Mataram, Senin (20/4/2026).

Direktur Pusat Kebudayaan Saptohoedojo, Wahjudi Djaja, mengatakan, diskusi tentang Kartini dan perempuan-perempuan Mataram tersebut merupakan bagian penting dari rangkaian peringatan Hari Kartini di Pusat Kebudayaan Saptohoedojo.

Sepanjang peringatan Hari Kartini pula, Galeri Saptohoedojo mengadakan pameran lukis bertajuk “Kartini dan  Perempuan Mataram”. Persembahan dari 21 pelukis perempuan asal Yogyakarta dan Surakarta yang sudah digelar mulai hari Jumat (17/4/2026).

Hari Sabtu (18/4/2026) kemarin juga sudah diadakan pergelaran fashion Elegansi Kartini: Kebaya & Evening Gown Modern. Puncak acara hari ini diadakan diskusi Kartini dan perempuan-perempuan Mataram tersebut.

“Diskusi pada hari ini terkait pemikiran dan pengembangan kebudayaan. Kebudayaan bukan hanya masa lalu tetapi juga pemikiran ke depan, meskipun kita ambil dari inspirasi masa lalu,” ungkap Wahjudi Djaja.

Sementara itu, Dosen Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta, Anna Mariana, M.A, menuturkan, Kartini dapat dikatakan sebagai sosok modern yang berasal dari masa lalu.

Sosok dan kisahnya pantas dikenang dan diketahui oleh perempuan-perempuan Indonesia.

“Kecerdasan dan keberanian Kartini menjadikannya sebagai sosok perempuan yang disegani dan dihormati. Hasil pemikiran, perlawanan, dan perjuangannya di masa lalu tak lekang oleh waktu. Bahkan, dapat meninggalkan makna yang kuat bagi perempuan-perempuan di masa kini,” ujarnya, saat ditemui mabur.co, usai mengisi acara diskusi Kartini dan perempuan-perempuan Mataram.

Anna Mariana juga menuturkan, dulu kaum perempuan kerap mengalami penindasan secara fisik dan mental, serta dipandang sebelah mata karena status sosialnya yang dianggap rendah.

Namun berkat Kartini, perempuan masa kini bisa mendapat kesetaraan untuk bebas berkarya, mengutarakan mimpinya, mewujudkan ide-ide kreatifnya, menyalurkan bakat, membuat gerakan, menyuarakan hasil pemikirannya yang bermanfaat dalam segala bidang.

“Perempuan dapat melawan stereotip di mana perempuan tidak harus berdiam diri di rumah dengan menjadi ibu rumah tangga dan berurusan di dapur. Namun, perempuan juga bisa memperoleh pendidikan, pekerjaan, dan mengejar cita-cita setinggi langit,” ucapnya.

Anna Mariana menjelaskan, saat ini masyarakat sudah tidak asing lagi dengan banyaknya sosok perempuan yang ikut terlibat dalam memajukan perusahaan, hingga sebuah pemerintahan.

Kondisi ini menunjukkan bahwa banyak perempuan berkualitas yang bisa bersaing.

Dalam hal pekerjaan, perempuan bisa bekerja dalam berbagai sektor yang beragam di era modern seperti sekarang ini.

“Dengan sederet bukti bahwa perempuan sudah mendapatkan tempat yang setara dengan laki-laki di masyarakat, perempuan saat ini harus merasa yakin dan percaya diri bahwa dirinya memang memiliki status dan kemampuan yang dapat dibandingkan atau bahkan setara dengan laki-laki,” ujarnya.

Anna Mariana memaparkan, Hari Kartini boleh jadi dimaknai setiap orang dengan cara berbeda.

Pada dasarnya, Hari Kartini menjadi sebuah peringatan untuk kaum perempuan agar dapat terus bersinar, percaya diri, dan pantang menyerah dalam mewujudkan impian dan cita-citanya.

“Dengan melakukan hal-hal positif dan senantiasa menggali potensi diri yang sesuai dengan bidangnya masing-masing, demi meningkatkan kualitas diri seorang perempuan,” ucapnya.

Anna Mariana kembali menuturkan, Hari Kartini bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan momen reflektif untuk mengenang jejak perjuangan menuju kesetaraan gender yang telah dimulai lebih dari satu abad lalu.

“Melalui tulisan dan pemikirannya, Kartini menjadi simbol emansipasi perempuan Indonesia dan pelopor perubahan sosial yang hingga kini masih relevan,” ucapnya.

Anna Mariana berharap, untuk generasi sekarang, perlu bahu-membahu menjadi Kartini-kartini muda.

Kartini-kartini muda tentu saja tidak mudah karena kita harus membaca situasi politik, itu yang dilakukan Kartini pada akhir abad ke-19.

“Sejarah Kartini menjadi inspirasi buat kita agar kita menjadi orang yang selalu bisa mengedepankan humanisme, bisa menempatkan nilai-nilai kemanusiaan, martabat, hak asasi, dan potensi individu sebagai pusat perhatian utama dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk sosial, pendidikan, dan kebijakan,” katanya. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *