Cape Verde, Tim yang Tak Bisa Ditaklukkan oleh Sang Juara Dunia 2026

4 Min Read
Soccer players chase the ball in a crowded stadium, a player in red and gold pulls on another player's white kit.
Duel Spanyol melawan Cape Verde di babak penyisihan Grup H Piala Dunia 2026, yang menjadi salah satu pertandingan tersulit Spanyol sepanjang perhelatan Piala Dunia 2026 lalu. (Foto: Getty Images)

Mabur.co – Spanyol boleh saja melenggang sebagai juara di ajang Piala Dunia 2026 lalu, setelah mengandaskan perlawanan Argentina di babak extra-time dengan skor 1-0. Namun, perjalanan Spanyol tidak benar-benar mulus sejak awal. Bahkan di laga perdananya saja, mereka harus menghadapi tembok kokoh dari negara kecil seperti Cape Verde, yang hanya berpenduduk sekitar 530 ribu jiwa.

Dalam pertandingan di babak penyisihan grup H tersebut, Spanyol harus rela berbagi angka dengan Cape Verde dengan skor kacamata 0-0.

Padahal, Cape Verde baru saja menjalani debut pertamanya di Piala Dunia pada tahun ini, dan langsung menghadapi sang juara Eropa (yang kemudian menjadi juara dunia) di pertandingan pertama fase grup.

Sepanjang turnamen saja, Cape Verde tidak pernah sekalipun menerima kekalahan dalam waktu normal 90 menit. Dari total empat pertandingan yang dijalani di Piala Dunia 2026 lalu, Cape Verde sanggup meraih empat hasil imbang, di antaranya menghadapi Uruguay, Arab Saudi, dan dua finalis yang baru saja bermain beberapa hari lalu, yakni Spanyol, yang akhirnya melenggang sebagai juara turnamen, serta Argentina, yang akhirnya mampu menyingkirkan mereka di babak extra-time dengan skor 3-2.

Munculnya Sosok Vozinha

Soccer goalkeeper in yellow leaps to save ball at the goal as white-team players watch in front of the net.
Kiper Cape Verde, Vozinha (kuning terbang) melakukan penyelamatan dari serangan timnas Spanyol pada laga pembuka Grup H Piala Dunia 2026 (Foto: BBC)

Pertandingan antara Spanyol dengan Cape Verde juga memunculkan satu sosok heroik, yang kemudian menjadi perbincangan seluruh dunia sampai hari ini, yaitu Josimar José Évora Dias, alias Vozinha.

Kiper Cape Verde berusia 40 tahun ini berhasil menjadi pahlawan yang menggagalkan sang juara dunia untuk meraih kemenangan di laga perdananya di Atlanta Stadium.

Kiper asal klub Chaves ini sukses membuat sebanyak 7 penyelamatan krusial, yang membuat Lamine Yamal dan kawan-kawan frustasi, hingga akhirnya harus puas membawa pulang satu poin saja di laga pembuka babak penyisihan grup H.

Berkat pertandingan itu, popularitas Vozinha langsung meroket tajam, hingga meraih jutaan followers di media sosial Instagram dalam waktu singkat.

Bagi Cape Verde, tentunya hasil 0-0 kontra Spanyol adalah sesuatu yang sangat luar biasa. Artinya, mereka telah sanggup menahan imbang sang juara 2026, terlebih ketika pertandingan itu merupakan debut mereka di ajang Piala Dunia.

Setelah laga itu, Spanyol akhirnya belajar dari kesalahannya, dan terus meraih kemenangan demi kemenangan di laga-laga selanjutnya, hingga akhirnya resmi meraih gelar juara dunia 2026 pada akhir pekan lalu.

Meskipun Spanyol kini berpesta setelah berhasil menjadi juara dunia, namun mereka tidak boleh lupa dengan negara kecil bernama Cape Verde, yang telah berhasil merepotkan mereka di laga pertama fase grup H.

Karena hanya Cape Verdelah yang mampu menjinakkan matador-matador Spanyol, di saat negara-negara lain harus takluk satu demi satu, sampai akhirnya memuluskan langkah Lamine Yamal dan kawan-kawan menjadi kampiun di turnamen kali ini.

Bisa jadi, jika tidak ditahan imbang oleh Vozinha dan kawan-kawan, Spanyol tidak akan belajar dari kesalahannya (karena merasa sudah jumawa sejak awal), dan malah tersingkir di fase-fase awal. (*)

Share This Article
Avatar photo
Lulusan program studi Jurnalistik STMM Yogyakarta, Jurnalis mabur.co, Writing Is Journey Of My Life
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar