Pusat Edukasi Herbal, Taman Ini Koleksi Ratusan Tanaman Jamu Langka

3 Min Read
A woman in a beige hijab walks through a lush garden exhibit with labeled plants, including a Delima (Punico granatum) sign.
Suasana taman jamu herbal Naturindo di Pengasih, Kulon Progo. (Foto: JH Kusmargana)

Mabur.co – Tak banyak yang tahu, di Kabupaten Kulon Progo terdapat sebuah taman yang menyimpan ratusan koleksi tanaman obat herbal dan bahan baku jamu asli Indonesia yang kini semakin langka dan jarang ditemui.

Selain menjadi lokasi penelitian bagi mahasiswa maupun akademisi, taman jamu ini juga menjadi salah satu destinasi wisata edukasi yang menarik dan kerap dikunjungi masyarakat Kulon Progo dan sekitarnya.

Tempat itu adalah Taman Jamu Naturindo yang Terletak di Dusun Secang, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pengasih, Kulon Progo. 

200 Jenis Koleksi Tanaman Obat

Berdiri sejak tahun 2016 dengan menempati lahan seluas sekitar 1.000 meter persegi, kawasan ini memiliki lebih dari 200 jenis koleksi tanaman obat dan bahan baku jamu asal seluruh Indonesia yang sebagian di antaranya semakin langka.

Saat akhir pekan maupun hari libur, kawasan ini tak pernah sepi pengunjung. Mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga kelompok masyarakat dan ibu-ibu PKK kerap datang untuk belajar mengenal aneka tanaman herbal beserta seluk-beluknya.

Selain menjadi sarana edukasi, keberadaan taman ini juga diharapkan mampu mendukung upaya pelestarian tanaman obat yang menjadi bahan baku jamu tradisional Indonesia.

Pengelola Taman Jamu Naturindo, Teguh Adi Nugroho, mengatakan, taman ini dibangun sebagai ruang belajar sekaligus konservasi tanaman herbal.

Terlebih melihat banyaknya generasi muda saat ini yang mulai tidak mengenal berbagai jenis tanaman obat yang sebenarnya tumbuh dan berkembang di Indonesia.

“Kami ingin mengenalkan kembali kekayaan tanaman herbal Indonesia kepada masyarakat. Tidak hanya mengenal namanya, tetapi juga memahami manfaat serta cara membudidayakannya,” ujarnya, Minggu (7/6/2026).

Berbeda dengan kawasan wisata pada umumnya, pengunjung di Taman Jamu Naturindo tidak hanya diajak berkeliling melihat koleksi tanaman.

Mereka juga dapat mengikuti berbagai kegiatan edukatif, seperti mengenal tanaman obat secara langsung, belajar menanam bibit herbal, hingga praktik meracik jamu menggunakan bahan alami.

Selain itu, tersedia pula pelatihan membuat produk berbasis herbal, termasuk sabun alami yang dapat dibawa pulang oleh peserta.

Berbagai aktivitas tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus memperkenalkan pemanfaatan tanaman obat dalam kehidupan sehari-hari.

Salah seorang pengunjung, Yulianti, mengaku terkesan setelah mengunjungi taman jamu ini. Ia bahkan tak menyangka setelah mengetahui banyak tanaman yang selama ini dianggap biasa ternyata memiliki manfaat kesehatan yang besar.

“Menarik sekali karena bisa melihat langsung berbagai tanaman herbal dan mengetahui kegunaannya. Saya bahkan baru tahu kalau ada tanaman yang selama ini dianggap rumput itu ternyata bisa jadi jamu,” katanya.

Selain menjadi bagian upaya menjaga keberlanjutan jamu sebagai warisan budaya bangsa, keberadaan Taman Jamu semacam ini juga diharapkan dapat menjadi pusat edukasi bagi masyarakat khususnya generasi muda.

Share This Article
Avatar photo
Lahir di Jogja. Fans Man Utd.
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Leave a Comment