Prof. Evy Damayanthi Sebut Kimpul sebagai Harta Karun Indonesia, Bisa Gantikan Gandum Impor

4 Min Read
Five taro roots on a white background, one cut in half to reveal white starchy flesh in the center.
Talas belitung atau kimpul. (Foto: Istimewa)

Mabur.co – Baru-baru ini masyarakat Indonesia ramai memperbincangkan kimpul di media sosial. Hal itu setelah seorang ibu rumah tangga asal Bantul viral usai membuat berbagai macam olahan makanan dari kimpul.

Kimpul sendiri memang dikenal sebagai tanaman pangan lokal asli Indonesia. Tanaman talas-talasan ini bahkan disebut-sebut sebagai harta karun yang berpotensi menjadi sumber pangan masa depan Indonesia. 

Umbi lokal yang selama ini hanya dikenal sebagai makanan tradisional itu bahkan disebut layak menjadi bahan pangan pokok sekaligus alternatif pengganti tepung terigu yang masih bergantung pada gandum impor.

Dilansir dari situs resmi IPB, Kamis (6/8/2026), Guru Besar Ilmu Gizi IPB University, Prof. Evy Damayanthi, mengatakan talas kimpul atau belitung merupakan sumber karbohidrat yang rendah lemak dan memiliki indeks glikemik rendah sehingga baik dikonsumsi masyarakat.

“Talas kimpul/belitung merupakan makanan sumber karbohidrat, rendah lemak dan indeks glikemiknya rendah. Talas kimpul juga mengandung zat gizi yang bermanfaat untuk kesehatan,” ujar Prof. Evy.

Kaya Vitamin

Menurutnya, kimpul mengandung serat pangan, pati resisten, mineral tembaga dan kalium, vitamin B3, serta komponen bioaktif berupa diosgenin dan flavonoid yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Prof. Evy menjelaskan, kandungan serat pada kimpul baik untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan. Bahkan jika dibandingkan dengan talas Bogor, gembili maupun singkong, kimpul memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi, rendah lemak, rendah kalori, mudah dicerna, serta bebas gluten.

Ia juga menyebut kimpul layak dijadikan bahan baku untuk menghasilkan pati resisten tipe III (RS3). Senyawa ini memiliki banyak manfaat karena dapat membantu mencegah penyakit kardiovaskular, kanker usus besar, diabetes, obesitas hingga osteoporosis.

Selain itu, pati resisten juga membantu menjaga kesehatan usus, meningkatkan penyerapan zat gizi mikro serta memperbanyak mikroorganisme probiotik di dalam tubuh.

Tak hanya kaya nutrisi, talas kimpul juga mengandung berbagai komponen bioaktif seperti alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, steroid, diosgenin hingga fenol.

Menurut Prof. Evy, kandungan diosgenin bahkan memiliki manfaat untuk menjaga kesehatan kulit karena bersifat antiaging.

Selama ini masyarakat umumnya hanya mengolah kimpul dengan cara direbus atau digoreng. Padahal, menurut Prof. Evy, umbi lokal tersebut memiliki potensi yang jauh lebih besar apabila diolah menjadi tepung.

Bisa Jadi Roti Tawar

Tepung kimpul dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku berbagai produk pangan seperti cookies, roti tawar, mi kering, mi basah, brownies, bakso hingga bahan pengental makanan.

Dengan beragam pilihan olahan tersebut, Prof. Evy menilai talas kimpul memiliki peluang besar untuk mendukung diversifikasi pangan nasional.

Menurutnya, selama beberapa tahun terakhir IPB terus mendorong pemanfaatan sumber karbohidrat lokal sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan Indonesia. Selain sagu, talas kimpul dinilai menjadi salah satu komoditas yang sangat potensial.

“Talas kimpul adalah salah satu kekayaan Indonesia. Tanaman ini bisa tumbuh di bawah tegakan hutan, tetapi juga dapat dibudidayakan. Setelah diolah menjadi tepung, penggunaannya menjadi jauh lebih luas. Dari sisi rasa maupun kandungan gizinya sangat layak,” jelasnya.

Tanaman Minim Serangan Penyakit

Potensi tersebut juga didukung dari sisi budidaya. Masih dilansir dari situs resmi IPB, pemilik industri tepung De Talas, Boyke, menjelaskan bahwa kimpul merupakan tanaman yang toleran terhadap berbagai kondisi lingkungan dan relatif minim serangan penyakit.

Menurutnya, dalam satu hektare lahan dapat ditanam sekitar 4.000 pohon kimpul dengan potensi produksi mencapai sekitar 12 ton umbi atau sekitar tiga ton tepung tanpa memerlukan perawatan khusus.

Boyke menilai, apabila dikembangkan secara serius, tepung kimpul dapat menjadi salah satu bahan pangan lokal yang mampu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap tepung terigu berbahan baku gandum impor.

Dengan kandungan gizi yang tinggi, beragam manfaat kesehatan, mudah dibudidayakan, serta dapat diolah menjadi berbagai produk pangan modern, talas kimpul dinilai memiliki potensi besar sebagai salah satu solusi untuk memperkuat ketahanan pangan Indonesia di masa depan.

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar