Mabur.co – Penyerahan sertifikat produk halal oleh Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, didampingi Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ahmad Haikal Hasan, mendapat sambutan positif dari para pelaku UMKM yang ada di Desa Wisata Jatimulyo, Girimulyo, Kulon Progo.
Mereka menilai adanya sertifikat halal ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk kuliner UMKM di Desa Wisata Jatimulyo. Serta membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat dengan dibukanya rintisan Desa Wisata Ramah Muslim di Jatimulyo.
Ketua Desa Wisata Jatimulyo, Suhandri, mengaku mengapresiasi langkah pemerintah dalam membantu pengurusan sertifikasi halal secara gratis bagi para pelaku UMKM di Desa Wisata Jatimulyo. Meski belum berdampak signifikan, ia menyebut adanya sertifikat halal ini paling tidak dapat memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat.
“Pertama dapat membantu masyarakat mengurus sertifikasi halal. Karena selama ini pengurusan sertifikat halal ini cukup sulit dan tidak sebentar,” katanya.
Selain itu adanya sertifikat halal ini juga dinilai dapat semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat khususnya pengunjung atau wisatawan terhadap produk UMKM yang dijual di kawasan wisata maupun sentra kuliner Jatimulyo.
“Dengan sertifikat halal ini paling tidak dapat meyakinkan wisatawan bahwa produk di Jatimulyo sudah tersertifikasi halal. Sehingga bisa menjadi semangat mewujudkan rintisan Desa Wisata Ramah Muslim,” katanya.
Lewat program Kementerian Pariwisata berkolaborasi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) sebanyak 139 produk dari 123 pelaku UMKM di Desa Wisata Jatimulyo menerima sertifikat halal dari pemerintah ini.
UMKM Produk Makanan Tradisional
Mayoritas produk UMKM itu adalah produk kuliner khususnya produk makanan tradisional khas seperti Ingkung Gunung, Geblek, Dawet Sambel, Gula Kelapa hingga Tempe Gembel.
Sementara itu, seorang perajin getuk gulung khas Jatimulyo, Citra, mengaku senang mendapat sertifikat halal ini. Ia pun berharap usaha keluarga yang dirintis oleh orang tuanya ini bisa selangkah lebih maju dalam menjamin kualitas dan kehalalan produk.
“Alhamdulillah sudah sampai di titik ini, sudah bisa mendapatkan sertifikat halal. Dan harapannya karena sudah mendapat sertifikat halal, semoga dagangan orang tua saya semakin laris dan jaya,” ungkap Citra.
Citra menceritakan bahwa getuk gulung buatannya diolah secara higienis menggunakan bahan dasar singkong pilihan. Proses pembuatannya pun terbilang teliti untuk menjaga kualitas rasa dan tekstur.
“Jadi, itu terbuat dari singkong. Pertama-tama itu singkongnya dikupas, terus dicuci sampai empat kali. Setelah itu dikukus sampai matang, dan digiling beberapa kali sampai mendapatkan tekstur yang diinginkan. Setelah itu, diberi pewarna makanan dan juga gula serta margarin. Setelah itu dapat dibentuk, ya. Dibentuk hingga menjadi seperti ini,” jelas Citra secara rinci.
Setiap harinya, kuliner tradisional ini dijajakan ke pasar-pasar lokal demi mengais rezeki sejak fajar menyingsing.
“Jadi ini biasanya kita jualannya di pasar. Biasanya ayah itu berangkat dari rumah sekitar jam 04.30 pagi sampai selesai,” tambahnya.
Hal senada juga diungkapkan pedagang angkringan lainnya Supriyanti. Pemilik warung angkringan sederhana di kawasan Desa Wisata Jatimulyo ini mengaku bersyukur mendapat perhatian pemerintah melalui fasilitasi sertifikasi halal ini.
Ia pun berharap sertifikat ini bisa membuat para pelanggan setianya merasa lebih aman dan nyaman saat jajan di angkringannya.
“Alhamdulillah, alhamdulillah senang banget. Walaupun saya cuma dagang angkringan kecil, bikin gorengan sama kopi,” tuturnya. ***

