Mabur.co – Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ahmad Haikal Hasan, atau yang akrab disapa Babe Haikal terus mendorong upaya percepatan proses sertifikasi halal bagi semua produk UMKM di wilayah Indonesia.
Selain bertujuan memperkuat ekosistem produk halal di Indonesia, hal itu juga dinilai sangat penting untuk mendorong peningkatan kualitas produk, memperbaiki standar keamanan dan kebersihan, serta meningkatkan daya saing produk UMKM Indonesia di tingkat global.
Pada tahun 2029 mendatang BPJPH bahkan menargetkan Indonesia mampu menjadi negara nomer 1 dengan jumlah produk halal terbanyak di dunia. Yakni dengan slogan ‘halal Indonesia untuk masyarakat dunia’.
“Di tahun 2029 kita punya target akan menjadi nomer 1 (produk halal) di dunia,” ujarnya saat mendampingi Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, untuk menyerahkan sertifikat produk halal bagi ratusan UMKM yang ada di Desa Wisata Jatimulyo, Girimulyo, Kulon Progo, Minggu (31/5/2026).
Dalam kesempatan itu, Babe Haikal menyatakan pihaknya berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata, selama setahun terakhir telah mengeluarkan sebanyak 31.548 sertifikat halal bagi para pelaku UMKM di sebanyak 116 desa wisata seluruh Indonesia.
Ia menegaskan, sertifikat halal ini penting tidak hanya untuk umat muslim saja, namun juga untuk semua kalangan masyarakat. Karena menurutnya sertifikasi halal sebuah produk sangat berkaitan dengan transparency (transparansi) traceability (ketertelusuran) dan trustbility (kepercayaan).
Desa Wisata Halal Boleh Jual Produk Haram
Dengan prinsip tersebut Hailkal bahkan menyebut sebuah desa wisata halal tetap boleh menjual produk makanan atau minuman haram asalkan memberikan keterangan jelas terhadap setiap produk yang dijual.
“Jangan salah perhatian soal halal. Halal tidak untuk umat muslim saja. Tapi untuk semua. Desa wisata halal terus ada alkohol. Silakan. Tapi cantumkan logo alkoholnya berapa, kadarnya berapa persen. Dan tidak boleh dibeli anak 21 tahun dan sebagainya,” katanya.
“Desa wisata halal jual pork (babi) silahkan. Asal cantumkan logonya dan sampaikan ini non-halal. Jelaskan ingredience-nya itu. Jadi bukan berarti menghambat. Tapi semua jelas,” imbuhnya.
Dengan adanya transparansi yang jelas, serta keterlacakan yang dapat dipertanggungjawabkan, diharapkan setiap produk UMKM di Indonesia akan dapat dipercaya masyarakat.
“Ketika masyarakat sudah percaya dengan produk kita maka uangnya tidak akan ke mana-mana. Inilah yang disebut kemandirian bangsa,” katanya.
Haikal sendiri menyebut saat ini banyak sekali produk impor dari luar negeri seperti Cina, Korea, hingga Eropa masuk ke Indonesia dengan mencantumkan logo halal.
Jika produk UMKM Indonesia tidak memiliki sertifikat halal, maka akan dapat kalah bersaing dengan produk impor tersebut. Sehingga upaya percepatan sertifikasi halal harus terus dilakukan.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan termasuk pengurusan sertifikasi halal gratis ia pun menargetkan semua pelaku UMKM di setiap desa wisata di Indonesia akan bisa menerima sertifikat halal.
“Tahun ini untuk DIY kita siapkan 6000 sertifikasi halal gratis bagi pelaku UMKM di DIY,” katanya.

