Mabur.co– Oleh-oleh anti-mainstream di Yogyakarta berupa kue kering bermotif batik produksi Mamikoe Jogja ini, memiliki keunikan tersendiri untuk memikat hati wisatawan pecinta kudapan.
Pemilik Mamikoe Jogja, Ester Niken Haryanti Murwarni, mengatakan, motif batik kawung yang dilukis di atas adonan dibuat secara handmade sehingga tercipta cookies yang cantik dan tampak klasik.
“Keindahan corak batik khas Jawa ini tidak hanya untuk dilihat saja. Namun juga bisa disantap sebagai kue kering yang renyah dan lumer di mulut,” ujarnya saat ditemui di rumahnya di Balirejo, Mujamuju Kota Yogyakarta, Kamis (25/6/2026).
Bermula dari Penasaran
Ester mengatakan, ide awal membuat cookies dari rasa penasaran. Lalu mulai berkreasi memproduksi kue kering dengan motif batik.
“Awalnya bikin (produk bakery) batik karena penasaran, kue kok bisa dibatik. Caranya gimana, ternyata memang ada tekniknya. Mau belajar di YouTube bisa, belajar offline ada juga,” ungkapnya.

Ester mengatakan, pada 2020, mulai memproduksi cake and cookies batik yang unik untuk jadi alternatif pilihan oleh-oleh Yogyakarta anti-mainstream.
“Cookies batik saat itu belum ada, Yogyakarta selain Kota Pelajar juga Kota Budaya, ada batiknya yang menjadi ikon, dan cookies batik sepertinya menarik. Cookies kok dibatik? Dari situ mungkin bisa menarik perhatian orang untuk beli, nyicipi produknya,” ucapnya.

Ester mengatakan lagi, tanpa memiliki background dan pengalaman baking, produk cake and cookies batik handmade karyanya ternyata banyak diminati.
Dengan berbagai strategi, ia menjual kue kering bermotif batik tersebut dengan kemasan pouch yang memang diperuntukkan untuk jadi alternatif oleh-oleh Yogyakarta.
“Produknya kini bisa ditemukan di berbagai toko oleh-oleh di antaranya toko oleh-oleh Bakpia Wong Keraton, Punakawan, Tokone Gareng, Jogja Pasaraya, Kampoeng Jogja, dan toko oleh-oleh area bandara YIA yang dikelola Dinas Koperasi DIY,” ucapnya. ***

