Revitalisasi Ruang Pameran Museum Cipari, Ruang Hidup dan Etalase Budaya - Mabur.co

Revitalisasi Ruang Pameran Museum Cipari, Ruang Hidup dan Etalase Budaya

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, meresmikan pembaruan tata pamer Museum Cipari di Kuningan, Jawa Barat.

Upaya ini merupakan komitmen pemerintah untuk mendorong transformasi besar dalam permuseuman di Indonesia.

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, saat meresmikan pembaruan tata pamer Museum Cipari di Kuningan, Jawa Barat. Foto: Kemenkebud

Dalam rilis yang diterima mabur.co, Sabtu (4/4/2026), dalam kesempatan ini, Menteri Kebudayaan menegaskan bahwa perhatian terhadap permuseuman di Indonesia saat ini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan yang mendesak.

Menbud menekankan upaya untuk menjadikan museum sebagai ruang hidup yang juga menjadi pusat dialog, tempat belajar, hingga ruang imajinasi bagi masa depan bangsa.

Perubahan paradigma ini menjadi fokus utama Kementerian Kebudayaan untuk mengubah pandangan museum dari sekadar tempat penyimpanan menjadi pusat pengalaman.

Melalui visi ini, pengunjung diharapkan tidak hanya datang untuk melihat koleksi, tetapi juga untuk merasakan, memahami, dan terhubung secara emosional dengan akar sejarahnya.

Teknologi digital pun kini dipandang sebagai jembatan strategis guna menghadirkan narasi masa lalu langsung ke dalam genggaman generasi muda agar lebih relevan dan kontekstual.

Museum Cipari yang berlokasi di Cipari, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan ini memegang posisi krusial dalam lanskap sejarah nasional karena menyimpan jejak prasejarah yang memberikan perspektif panjang mengenai jati diri bangsa.

Keberadaan museum ini membuktikan bahwa Indonesia tidak lahir dalam semalam, melainkan dibentuk oleh ribuan tahun pengalaman manusia yang terus beradaptasi dengan alam dan perubahan zaman.

Dengan hadirnya revitalisasi tata pamer di Museum Cipari diharapkan mampu menjadi contoh bagi 454 museum lainnya di Indonesia, baik yang dikelola oleh pemerintah pusat, daerah, maupun perorangan dalam mengemas cerita sejarah yang lebih menggugah.

“Tentu ke depan juga kita harapkan akan semakin banyak ekskavasi, temuan-temuan baru, kerja sama dengan para peneliti dan para arkeolog. Sehingga semakin membuka ruang tentang perjalanan peradaban kita di masa lalu. Museum ini adalah museum juga yang direvitalisasi oleh Balai Pelestarian Kebudayaan,” jelas Menbud. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *