Prabowo Resmikan Museum Marsinah Rp3,8 Miliar dari Mana Dananya? - Mabur.co

Prabowo Resmikan Museum Marsinah Rp3,8 Miliar dari Mana Dananya?

Mabur.co – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kembali menunjukkan keberpihakannya terhadap kaum buruh. 

Setelah menjadi presiden pertama setelah Sukarno yang hadir langsung dalam peringatan Hari Buruh Nasional, Prabowo kembali hadir langsung untuk meresmikan museum tokoh pejuang buruh Marsinah.

Dilansir Detik, Prabowo nampak meresmikan Museum Ibu Marsinah dan rumah singgah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026) siang.

Peresmian oleh Presiden secara langsung ini menandai penghormatan negara terhadap Marsinah yang telah mendapatkan gelar Pahlawan Nasional pada 2025 atas persetujuan Presiden Prabowo Subianto.

Sempat menyapa dan menemui keluarga Marsinah, Prabowo langsung meninjau isi museum yang memuat perjalanan hidup serta perjuangan Marsinah sebagai simbol perlawanan buruh Indonesia.

Pembangunan Museum Marsinah sendiri diinisiasi dan dilakukan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), dengan menelan anggaran mencapai hampir Rp3,8 miliar. 

Anggaran Tanpa Bantuan

KSPSI memastikan seluruh anggaran bersumber dari hasil gotong royong keluarga besar buruh tanpa menggunakan sedikit pun dana dari pemerintah.

“Saya pastikan tidak ada dana pemerintah, tidak ada APBN maupun APBD. Semua berasal dari gotong royong keluarga besar KSPSI AGN,” kata Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea, dikutip Kompas.

Menurut Andi Gani, pembangunan museum merupakan bentuk penghormatan terhadap perjuangan Marsinah yang selama ini dikenal sebagai ikon perjuangan hak-hak buruh di Indonesia.

Ia menyebut solidaritas buruh menjadi kekuatan utama di balik berdirinya museum tersebut.

Ia juga mengapresiasi kehadiran Presiden Prabowo yang dinilai sebagai bentuk penghormatan negara terhadap perjuangan buruh Indonesia.

“Ini bentuk penghormatan negara yang luar biasa kepada perjuangan buruh dan kepada Ibu Marsinah,” katanya.

Tampilkan Perjalanan Marsinah

Museum Ibu Marsinah sendiri menampilkan berbagai koleksi yang menggambarkan perjalanan hidup dan perjuangan Marsinah.

Di dalam museum terdapat sejumlah segmen edukatif yang disusun secara kronologis, mulai dari masa kecil Marsinah, kondisi buruh pada era 1990-an, hingga perjuangan solidaritas pekerja yang menjadi bagian penting dalam sejarah gerakan buruh Indonesia. 

Di dalam museum terdapat segmen biografi Marsinah, diorama kondisi buruh era 1990-an, hingga dokumentasi perjuangan solidaritas buruh yang pernah diperjuangkannya.

Pengunjung juga dapat melihat berbagai barang peninggalan Marsinah seperti pakaian terakhir yang dikenakan, tas pribadi, serta kliping koran asli yang merekam kasus pembunuhan Marsinah dan proses pengadilannya.

Selain museum, kompleks tersebut juga dilengkapi rumah singgah yang diperuntukkan bagi peziarah dan pengunjung dari luar daerah. Masyarakat dapat mengunjungi tempat ini secara gratis tanpa dipungut biaya.

Marsinah dikenal sebagai aktivis buruh yang vokal memperjuangkan hak pekerja di Sidoarjo, Jawa Timur. Pada Mei 1993, ia berada di garis depan menuntut kenaikan upah dan perlindungan hak buruh. 

Marsinah kemudian ditemukan meninggal dunia secara tragis setelah hilang selama beberapa hari, yang membuat peristiwa tersebut menjadi simbol perjuangan hak asasi manusia dan keadilan bagi kaum pekerja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *