Mabur.co – Setelah menerjunkan tim khusus untuk melakukan investigasi, Polisi akhirnya mengungkap penyebab padamnya listrik yang terjadi di sejumlah wilayah Pulau Sumatra pada beberapa hari lalu.
Bareskrim Polri memastikan gangguan listrik yang terjadi wilayah pulau Sumatera bukan akibat sabotase. Namun diduga dipicu oleh faktor cuaca dan gangguan teknis pada jaringan transmisi listrik.
Dikutip Kompas.com, Wakabareskrim Polri, Nunung Syaifuddin, mengatakan hasil investigasi sementara menunjukkan tidak ditemukan unsur kesengajaan dalam peristiwa blackout yang melanda wilayah Sumatera Barat, Sumatera Utara, hingga Aceh tersebut.
Tidak Ada Unsur Sabotase
“Tidak ada unsur sabotase. Hasil investigasi kami setidaknya ada tiga dugaan penyebab. Salah satunya karena faktor cuaca,” ujar Nunung di Mabes Polri, Senin (25/5/2026).
Menurutnya, gangguan diduga bermula dari putusnya salah satu kabel pada jalur transmisi 275 kilovolt antara Muara Bungo dan Sungai Rumbai di Jambi.
Selain faktor cuaca ekstrem seperti hujan deras dan angin kencang, polisi juga menemukan kemungkinan gangguan lain berupa gesekan mekanis pada kabel serta panas akibat sambungan kabel yang longgar.
“Beberapa kemungkinan antara lain faktor mekanik akibat gesekan dan pengaruh angin, faktor panas akibat sambungan longgar yang menimbulkan rongga, maupun faktor tarikan atau goyangan akibat cuaca ekstrem,” jelasnya.
Sementara itu, PT PLN (Persero) juga turut mengungkap kronologi gangguan listrik yang menyebabkan pemadaman hampir di seluruh wilayah Sumatera tersebut.
Dikutip Bloombergtechnoz, Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PLN, Edwin Nugraha, juga mengungkap hal yang sama sebagaimana diungkapkan Bareskrim Polri.
Ia mengatakan gangguan bermula dari terputusnya kabel transmisi pada menara Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) di Desa Tempino, Muara Jambi, Provinsi Jambi.
Edwin menjelaskan, sistem kelistrikan Sumatera terbagi menjadi dua jalur utama, yakni Jalur Timur berkapasitas 500 kV dan Jalur Barat berkapasitas 275 kV.
Pada Jumat malam sekitar pukul 18.44 WIB, PLN menerima laporan adanya gangguan transmisi pada Jalur Barat menuju Sumatera Selatan. Jalur tersebut ternyata menjadi salah satu pemasok utama listrik ke Jalur Timur.
Akibat gangguan tersebut, pasokan listrik di Jalur Timur ikut terdampak dan menyebabkan pemadaman dalam skala besar di sejumlah wilayah Sumatera.
“Ini diduga karena terjadi kondisi cuaca yang pada saat itu hujan dan angin kencang,” kata Edwin.
PLN saat ini masih terus melakukan evaluasi dan investigasi lebih lanjut untuk memastikan penyebab utama gangguan sekaligus memperkuat sistem transmisi agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

