20 Tahun Gempa Bumi Bantul, Dorong Masyarakat Siaga Hadapi Bencana

2 Min Read
Seorang warga sedang melihat-lihat pameran foto di Monumen Episentrum Gempa, Potrobayan, Srihardono, Pundong. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Mabur.co- Setiap tanggal 27 mei, nama Bantul tak bisa dipisahkan dengan peristiwa bencana gempa bumi dahsyat yang terjadi pada 27 Mei 2006.

Bahkan orang menamainya sebagai gempa Bantul. Ada pula yang menamainya sebagai gempa Yogyakarta. Bencana gempa yang berhasil meluluhlantakkan Bumi Projotamansari itu selalu dikenang oleh warga DIY, khususnya oleh warga Bantul. Karena di kabupaten inilah bermukim pusat gempa darat bermagnitudo 5,9 skala Ritcher tersebut.

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengatakan, setiap tahun, khususnya pada bulan Mei, Bantul tidak pernah absen memperingati gempa bumi yang pernah meluluhlantakkan Bumi Projotamansari dua puluh tahun silam.

Peringatan itu tidak dimaksudkan sebagai ratapan, melainkan cambuk untuk menguatkan kesiapsiagaan warga Bantul dalam menghadapi potensi bencana.

“Peringatan ini bukan untuk meratapi kehilangan. Ini adalah wujud kebangkitan kita, mendorong semuanya untuk lebih menyiapkan diri menghadapi bencana,” ujarnya, saat ditemui mabur.co, di Monumen Episentrum Gempa, Potrobayan, Srihardono, Pundong, Bantul, Selasa (26/5/2026).

Tak Sekadar Seremonial

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bantul, Mujahid Amriudin, menyampaikan peringatan dua puluh tahun gempa DIY tidak sekadar menjadi agenda seremonial untuk mengenang tragedi masa lalu.

Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat agar lebih tangguh dalam menghadapi ancaman bencana alam.

“Kita ingin menyadarkan masyarakat bahwa di Bantul ini potensi gempa ada dan ritmenya selalu berulang. Maka, melalui momentum ini kami mengajak masyarakat untuk selalu waspada,” katanya.

Mujahid mengatakan, edukasi mitigasi dan kesiapsiagaan harus terus dilakukan secara berkesinambungan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda.

“Tagline kami itu Siap Untuk Selamat. Dengan peringatan ini, lalu edukasi, sosialisasi, dan mitigasi, harapannya masyarakat sadar bahwa ada potensi bencana, kemudian meningkatkan pengetahuan dan kewaspadaan,” jelasnya.

Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Leave a Comment