Mabur.co- Gudeg manggar merupakan salah satu varian istimewa dari kuliner khas Yogyakarta yang tidak kalah populer dari gudeg nangka muda.
Berbeda dari gudeg pada umumnya, gudeg manggar dibuat dari bunga kelapa muda (manggar), menghasilkan cita rasa gurih, tidak terlalu manis, dan sedikit pedas yang unik.
Sajian ini telah dikenal sejak masa Kerajaan Mataram Islam dan kini diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) sejak 2021. Lokasi populer penyaji gudeg manggar berada di kawasan Minggir, Sleman.
Pembuat gudeg manggar, Rintania Elliyati mengatakan, untuk proses memasaknya memakan waktu tiga hari.
Selain untuk membuat batang manggar lunak, durasi ini juga berguna untuk menetralisir rasa sepet dan mengeluarkan aroma harum serta cita rasa gurih alami.
“Gudeg Manggar diproses selama tiga hari karena bunga kelapa muda butuh waktu untuk mengeluarkan gurih alaminya dan menetralisir sepet. Bunga kelapa muda sebagai bahan utama didatangkan langsung dari Kabupaten Bantul, kemudian dimasak menggunakan aneka rempah tradisional,” ujarnya, Kamis (4/6/2026).
Ramah di Lambung
Rintania mengatakan, keunggulan lainnya, gudeg manggar lebih ramah untuk penderita penyakit lambung atau maag karena tidak mengandung getah, berbeda dari gudeg berbahan nangka muda.
“Gudeg manggar lebih bersahabat untuk lambung,” tambah Rintania. Tak heran, gudeg manggar tak pernah sepi pembeli. Selain ramai disantap di tempat, gudeg ini juga rutin dikirim ke berbagai daerah di Indonesia dan ke luar negeri oleh warga diaspora yang rindu cita rasa kampung halaman.
“Harga satu paket gudeg manggar dibanderol mulai Rp54.000 untuk 2-3 porsi, hingga Rp325.000 untuk porsi 5-6 orang,” ujarnya.
Ardila, pengunjung asal Bandung, mengatakan, biasanya gudeg ada yang terlalu manis, tetapi di sini rasanya lebih pas, ada gurih dan sedikit asin.
“Cocok untuk lidah orang luar Yogyakarta seperti saya,” ujarnya.

