Meneladani Patriotisme Soekarno dalam Kehidupan Modern

3 Min Read
Politician in a suit and black cap addressing a massive crowd at a rally, with microphones and red-and-white flags nearby.
Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno. (Foto: beritajatim.com)

Mabur.co – Koesno Sosrodihardjo, atau yang lebih dikenal dengan nama Soekarno, adalah Presiden pertama Republik Indonesia yang lahir pada 6 Juni 1901, atau 125 tahun yang lalu.

Selain menjadi Presiden pertama di Indonesia sejak masa kemerdekaan, Soekarno juga dikenal sebagai tokoh patriotisme, yang senantiasa memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda dan Jepang, persatuan seluruh rakyat Nusantara, serta menggagas Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara.

Sebagai salah satu tokoh patriotisme terbaik yang pernah dimiliki Indonesia, apa yang telah diperjuangkan Soekarno tentunya merupakan warisan terbesar yang dimiliki bangsa Indonesia, bahkan sampai hari ini.

Untuk itulah, semangat dan kegigihan Soekarno patut menjadi teladan bagi para penerusnya, baik yang berada di dalam pemerintahan, maupun yang berada di ranah sipil.

Dilansir dari laman Berita Hukum, Sabtu (6/6/2026), berikut adalah beberapa nilai keteladanan yang bisa dipetik dari seorang Soekarno, yang masih relevan dan bisa diterapkan hingga saat ini:

1. Mencintai Produk dalam Negeri

Salah satu warisan yang diajarkan Soekarno adalah seruan untuk membuat, membeli, dan memakai (atau mengonsumsi) barang buatan lokal (produk dalam negeri).

Karena melakukan ketiganya sama dengan mendukung ekonomi rakyat.

Ini adalah wujud nyata jiwa Marhaenisme (membela rakyat kecil), yang tentunya masih relevan di era modern.

2. Bijak dalam Bermedia Sosial

Media sosial tentu saja tidak pernah ada di zaman Soekarno.

Namun satu hal yang masih cukup relevan adalah, bagaimana media pada umumnya digunakan sebagai alat untuk menyebarkan informasi, pengumuman, dan pesan-pesan penyemangat lainnya, untuk mengobarkan semangat patriotisme dan perjuangan kepada seluruh rakyat Indonesia, baik melalui radio, surat kabar, dan seterusnya.

Sementara di era media sosial saat ini, masyarakat bisa menggunakan media sosial sebagai sarana untuk menyebarluaskan pesan positif, perdamaian, perjuangan, dan semangat untuk terus berkontribusi terhadap kemajuan bangsa dan negara.

Selain itu, hindari postingan berbau hoaks atau ujaran kebencian, yang berpotensi memecah belah bangsa.

3. Belajar dengan Tekun dan Sungguh-sungguh

Soekarno percaya bangsa yang besar akan tercipta dari rakyat yang terdidik dengan baik.

Anda bisa menerapkan sikap tersebut dengan dengan rajin membaca, menguasai ilmu pengetahuan, dan terus mengasah keterampilan baru. Sehingga kelak akan menjadi generasi unggul yang mampu memimpin negeri ini ke atah yang lebih baik.

4. Menghargai Keberagaman

Sikap inklusif juga sangat penting untuk dimiliki oleh segenap masyarakat Indonesia.

Indonesia sendiri awalnya juga dibangun di atas keberagaman, menghargai perbedaan suku, agama, dan pandangan dari masing-masing individu. Semua itu adalah kunci utama untuk menjaga keutuhan NKRI sampai saat ini.

***

Di balik segala kontroversinya, Soekarno tetaplah salah satu pahlawan terbaik yang pernah dimiliki oleh bangsa Indonesia.

Kegigihannya dalam merebut kemerdekaan dari para penjajah, merumuskan dasar negara Pancasila, dan menyatukan Nusantara yang terpisah dari Sabang sampai Merauke, menjadikannya sosok yang akan selalu abadi dalam sejarah Republik Indonesia, sampai kapan pun. (*)

Share This Article
Avatar photo
Lulusan program studi Jurnalistik STMM Yogyakarta, Jurnalis mabur.co, Writing Is Journey Of My Life
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Leave a Comment