Mabur.co – Menyandang julukan sebagi Kota Sepeda, Yogyakarta dikenal sebagai pelopor berbagai gerakan bersepeda, termasuk melahirkan bemacam komunitas penghobi sepeda di tanah air.
Selain menjadi pencetus berdirinya Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) dan Komunitas Jogja Last Friday Ride (JLFR) yang terkenal, Yogya ternyata juga menjadi tempat lahirnya komunitas sepeda MTB Federal Indonesia (MTBFI).
Seperti halnya KOSTI, Komunitas MTBFI juga merupakan salah satu komunitas sepeda terbesar di Indonesia yang memiliki puluhan ribu anggota, tersebar di seluruh wilayah Nusantara.
Anggota komunitas ini terdiri dari berbagai macam kalangan, baik tua maupun muda, yang berada di ratusan kota maupun kabupaten di hampir semua provinsi yang ada di Indonesia.

Namun siapa sangka, sebelum menjadi komunitas sepeda terbesar di Indonesia saat ini, MTBFI ternyata justru berawal dari sebuah gagasan sederhana beberapa orang pemuda asal Yogya.
Adalah Bagas Triadi, seorang pemuda asal Sleman Yogyakarta. Sekitar tahun 2009 ia awalnya hanya ingin bersepeda menggunakan sepeda lawas miliknya yang ia restorasi.
Sepeda Federal merupakan sepeda fenomenal buatan Indonesia yang diproduksi sekitar tahun 1986 oleh PT Federal Cycle Mustika, anak usaha Astra Group.
Meski buatan anak negeri, sepeda ini dikenal sebagai sepeda berkualitas yang memilki standar komponen internasional karena telah dipasarkan hingga ke luar negeri termasuk pasar Eropa.
Keunggulan sepeda Federal ini adalah frame yang terbuat dari besi pilihan yang tebal dan kuat sehingga sangat awet jika dibandingkan dengan sepeda gunung lainnya.
Hal itulah yang membuat sepeda Federal ini begitu populer di tahun 1990-an meski akhirnya harus berhenti diproduksi tahun 1996 karena perusahaan mengalami bangkrut setelah terkena isu dumping di Eropa.

Dari gagasan untuk melestarikan sepeda Federal itulah Bagas kemudian membentuk Komunitas Sepeda Federal di media sosial Facebook. Awalnya hanya beberapa gelintir orang saja yang ikut bergabung ke komunitas ini.
Mereka rutin bersepeda keliling kota Yogya setiap akhir pekan menggunakan sepeda Federal. Dari situlah lama-kelamaan semakin banyak orang bergabung dengan komunitas ini sehingga jumlah anggotanya semakin banyak.
Tak sedikit orang tertarik bergabung ke komunitas ini karena sejumlah alasan. Mulai dari suka dengan kualitas sepeda Federal, hingga ingin bernostalgia dengan sepeda kenangan jenis Federal miliknya di masa kecil.
Puluhan Ribu Anggota
Kini Komunitas Sepeda Federal Indonesia atau MTBFI telah memiliki puluhan ribu anggota. Komunitas ini memiliki komunitas regional di masing-masing wilayah kabupaten maupun kota di berbagai daerah. Di Yogya sendiri nama komunitas regional MTBFI bernama Federal Jogja atau Fedjo.

Dengan ratusan anggota di masing-masing chapter, komunitas ini rutin melakukan kegiatan bersepeda bersama setiap akhir pekan di wilayah regional masing-masing. Termasuk juga menggelar kegiatan Jambore Nasional setiap 2 tahun sekali.
7 Kali Jambore Nasional
Hingga saat ini tercatat MTBFI telah menggelar sebanyak 7 kali Jambore Nasional di berbagai kota di Indonesia. Seperti Yogya, Bandung, Kediri, Jakarta, Lampung hingga Purwokerto.
Dalam setiap jambore itu ribuan pesepeda dari berbagai daerah, akan berkumpul untuk melakukan berbagai kegiatan. Mulai dari bersepeda dan camping bersama, berdiskusi tentang sepeda federal, hingga melakukan kegiatan bakti sosial, dan lain-lain.
Salah satu keunikan komunitas MTBFI ini adalah kecintaan anggotanya terhadap hobi bersepeda itu sendiri. Tak sedikit dari mereka gemar touring atau bersepeda jarak jauh ratusan kilometer dari satu kota ke kota lain. Bahkan sampai bersepeda selama berhari-hari dengan singgah dan menginap dari tempat satu ke tempat lainnya.
Hal lain yang juga tak kalah menarik dari komunitas MTBFI ini adalah rasa kekeluargaan dan solidaritas antar-anggota yang sangat tinggi. Bila ada pesepeda yang sedang touring dari satu kota ke kota tertentu, maka di setiap kota yang dilintasi ia akan disambut dan dijamu layaknya saudara sendiri.
Sikap semacam itulah yang mungkin tidak bisa ditemui dalam komunitas lain pada umumnya. Sehingga membuatnya menjadi nilai tambah tersendiri bagi Komunitas Sepeda Federal Indonesia ini. ***

