Mabur.co – Ribuan orang memadati kawasan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), Banaran, Galur, Kulon Progo, untuk menyaksikan festival dan lomba layang-layang internasional Jogja International Kite Festival (JIKF) 2026, akhir pekan ini.
Kawasan jalan menuju Jembatan Kabanaran yang berada di tengah area persawahan itu penuh sesak dijejali pengunjung dari berbagai daerah yang sengaja datang untuk menyaksikan festival tahunan tersebut.
Dalam festival itu sendiri aneka layang-layang mulai dari layang-layang tradisional, kreasi, hingga train kite raksasa dilombakan para peserta yang berasal dari dalam maupun luar negeri.
Selain menjadi ajang silaturahmi bagi para pelayang di berbagai daerah, festival ini juga menjadi hiburan murah bagi masyarakat di momen liburan sekolah.
Ketua Panitia JIKF, Anang Sarjiyanto, menjelaskan festival layang-layang ini merupakan rangkaian acara Jogja International Kite Festival yang akan digelar di Pantai Parangkusumo, Bantul.
Kulon Progo dipilih sebagai lokasi acara karena selama ini dinilai memiliki potensi besar, terutama dalam pembuatan train naga, jenis layang-layang yang banyak diminati peserta internasional.
17 Negara 39 Klub Layang-layang
Membawa misi mempertemukan pelayang lokal Kulon Progo dengan delegasi dari 17 negara, secara keseluruhan festival ini diikuti 39 klub layang-layang.
Terdiri dari 10 klub kategori tradisional, lima klub kategori kreasi, tujuh klub train anak, serta 17 klub train dewasa dengan total 42 layangan yang diperlombakan.
Kehadiran peserta mancanegara turut memberi warna tersendiri. Salah satunya Sami, pelayang asal Beirut, Lebanon, yang mengaku baru pertama kali mengikuti festival di Yogyakarta.
Menurutnya, Indonesia menjadi salah satu negara favorit karena masyarakatnya ramah dan memiliki antusiasme tinggi terhadap budaya layang-layang.

“Orang-orang di Indonesia selalu ramah dan penuh senyum. Suasananya sangat hangat, berbeda dengan beberapa festival di Eropa. Tradisi seperti ini penting terus dilestarikan,” ujarnya, Minggu (5/7/2026).
Banyak Pedagang UMKM
Selain dapat memberikan hiburan bagi masyarakat, festival layang-layang ini juga disambut baik warga sekitar karena mampu menggerakkan ekonomi. Hal itu ditunjukkan dengan banyaknya pedagang UMKM yang berjualan selama festival ini.
Salah seorang pedagang, Indah, mengaku senang dengan penyelenggaraan acara semacam ini. Banyaknya pengunjung yang hadir memadati lokasi penyelenggaraan festival dinilai mampu meningkatkan pendapatan para pedagang.
“Semoga sering-sering ada acara semacam ini. Sehingga pendapatan masyarakat sekitar juga semakin meningkat. Hanya saja perlu penataan agar jalanan tidak macet,” katanya.
Salah seorang pengunjung, Risti, mengaku antusias menyaksikan festival layang-layang ini. Datang bersama keluarga, ia mengaku telah menunggu penyelenggaraan acara ini sejak lama.
“Bagus. Karena bisa lihat festival layang-layang di tempat sendiri. Biasanya kan harus ke Bantul atau Purworejo. Semoga ke depan bisa digelar lagi untuk hiburan momen liburan sekolah,” katanya.

