Mabur.co – Pemerintahan melalui Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, memastikan Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi yang dibangun di Kalurahan Gulurejo, Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulon Progo, siap digunakan untuk menyambut tahun ajaran baru 2026/2027.
Hal itu tak lepas karena hingga saat ini progres pembangunan fisik sekolah yang digadang-gadang akan dapat menjadi solusi pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin itu kini telah melampaui 90 persen.
Hal itu disampaikan Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, saat meninjau langsung kompleks Sekolah Rakyat Kulon Progo, Senin (6/7/2026). Dalam kunjungan tersebut Mensos juga menggelar konsolidasi bersama kepala Sekolah Rakyat dari berbagai daerah di Indonesia serta pertemuan dengan calon siswa beserta orang tua mereka.
Tahap Akhir
Menurut Menteri Sosial, saat ini proses penyelesaian pembangunan Sekolah Rakyat di Kulon Progo tinggal menyisakan tahap akhir sehingga dalam waktu sekitar dua pekan ke depan seluruh fasilitas sudah dapat dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar.
“Progres fisiknya sudah lebih dari 90 persen. Insya Allah dalam dua pekan ke depan sudah siap digunakan untuk memulai aktivitas pembelajaran,” ujarnya.
Sekolah Rakyat Terintegrasi di DIY sendiri dibangun di atas lahan seluas 7,1 hektare dengan nilai pembangunan sekitar Rp214,9 miliar. Proses pembangunan dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dalam waktu kurang dari enam bulan.
Jika telah beroperasi penuh, kompleks pendidikan tersebut nantinya akan mampu menampung hingga 1.000 siswa mulai dari jenjang sekolah dasar, sekolah menengah pertama, hingga sekolah menengah atas. Namun pada tahun ajaran perdana 2026, jumlah siswa yang diterima masih sekitar 300 orang.

Gus Ipul menjelaskan, kapasitas sekolah akan terus ditingkatkan secara bertahap seiring bertambahnya jumlah peserta didik setiap tahun. Ia menyebut antusiasme masyarakat terhadap program Sekolah Rakyat terus meningkat.
“Tahun lalu jumlah siswa sekitar 15 ribu secara nasional. Tahun ini meningkat menjadi lebih dari 30 ribu, dan kami berharap tahun depan bisa melampaui 100 ribu siswa,” katanya.
Pemerintah bahkan menargetkan jumlah siswa Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia dapat mencapai 800 ribu anak apabila pembangunan sekolah di setiap kabupaten dan kota selesai sesuai rencana.
104 Sekolah Rakyat
Saat ini, Sekolah Rakyat Kulon Progo menjadi satu dari 104 gedung Sekolah Rakyat yang dibangun pemerintah sepanjang 2026. Sebelumnya, pemerintah juga telah mengoperasikan 166 Sekolah Rakyat rintisan, termasuk dua lokasi di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sementara itu, Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, menilai kehadiran Sekolah Rakyat menjadi langkah strategis pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan melalui sektor pendidikan.
Program ini secara khusus ditujukan bagi anak-anak yang berasal dari keluarga miskin, terutama kelompok desil 1 dan desil 2.
Menurutnya, pendidikan menjadi salah satu cara paling efektif untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, Sekolah Rakyat diharapkan mampu membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak yang selama ini terkendala kondisi ekonomi.
“Program ini menyentuh langsung akar persoalan kemiskinan. Melalui pendidikan yang layak, anak-anak memiliki kesempatan lebih besar untuk memperbaiki masa depannya,” ujar Ambar.
Dengan progres pembangunan yang hampir rampung, Sekolah Rakyat Kulon Progo diharapkan dapat mulai menerima siswa baru sesuai jadwal tahun ajaran 2026/2027 dan menjadi salah satu model pendidikan inklusif yang dikembangkan pemerintah di berbagai daerah di Indonesia.

