Siapakah J. Salatun, Bapak UFO Indonesia? 

3 Min Read
Smiling man in a light suit and tie stands at a podium during a formal event at a conference or ceremony.
Jacob Salatun. (Foto: aviahistoria)

Mabur.co – Hari ini 21 Juli, diperingati sebagai hari UFO Nasional. Peringatan ini dibuat sebagai momentum untuk melihat kembali berbagai fenomena benda terbang tak dikenal atau biasa disebut UFO (Unidentified Flying Object).

Di Indonesia sendiri fenomena UFO bukanlah hal baru. Fenomena ini bahkan sudah menjadi perhatian sejak awal era 1960. Indonesia bahkan memiliki Bapak UFO Nasional. Ia adalah Marsekal Muda TNI (Purn.) Jacob Salatun atau J. Salatun.

Para pecinta UFO pasti mengenal sosok J Salatun. Komunitas pengamat fenomena dan benda asing luar angkasa, Beta UFO Indonesia bahkan sangat menghormati sosok J Salatun. Yakni sebagai tokoh pionir yang mengawali kajian terhadap fenomena UFO Di Indonesia.

Dalam salah satu postingannya di instagram resminya @betauvo, dikutip Selasa (21/7/2026) maka perlu mengenang sosok J. Salatun sebagai orang pertama yang meneliti fenomena UFO dan menerbitkan sejumlah buku tentang UFO di Indonesia.

Tokoh Dirgantara dan LAPAN

Lahir pada 29 Mei 1927, J Salatun merupakan perwira TNI Angkatan Udara yang kemudian dikenal luas sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah kedirgantaraan Indonesia.

Ia merupakan penggagas berdirinya Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) dan pernah memimpin lembaga tersebut di era tahun 1970-an.

Sebelum menjadi Menteri Departemen Perindustrian Udara, J Salatun pernah menerbitkan buku berjudul “Menyingkap Rahasia Piring Terbang” yang terbit pada 1960. Buku ini merupakan buku yang membahas kajian tentang fenomena UFO  pertama yang ditulis oleh orang Indonesia.

Tak hanya itu, pada 1982 J Salatun juga menerbitkan kembali buku terkait fenomena UFO berjudul “UFO: Salah Satu Masalah Dunia Masa Kini.”

Buku-buku tersebut menunjukkan besarnya perhatian Salatun terhadap fenomena UFO. Hal yang menarik melihat latar belakangnya sebagai seorang perwira militer di angkatan udara. 

Jauh sebelum fenomena UFO ramai dibahas di media sosial, Salatun telah mendorong masyarakat dan pemerintah untuk tidak langsung mengabaikan berbagai laporan mengenai benda-benda aneh di langit.

Dalam laporan Kompas edisi 23 September 1977 yang dikutip Kompas.com, Salatun pernah menyarankan agar fenomena tersebut diteliti secara lebih serius.

“Tapi hendaknya diperhatikan, bahwa kemungkinan adanya makhluk cerdas dari angkasa luar memang ada. Bahkan PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) juga memberi perhatian serius,” ujarnya.

Penelitian UFO Tak Berlebihan

Salatun berpandangan bahwa penelitian UFO bukanlah sesuatu yang mustahil atau berlebihan. Ia bahkan menjadi penggagas pendirian organisasi studi UFO di Indonesia yang kemudian dikenal sebagai Klub Studi UFO Indonesia.

Salah satu hal yang membuat pemikiran Salatun menarik adalah keberaniannya membicarakan UFO ketika topik tersebut belum diterima secara luas di Indonesia. Ia bahkan tidak jarang mendapat cemoohan karena dianggap mengada-ada.

Kini, di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap fenomena UFO, di mana laporan mengenai objek misterius di langit dapat tersebar luas dengan mudah, J Salatun menjadi pengingat bahwa masyarakat semestinya harus bisa berpikir kritis dan logis terhadap hal tersebut. Yakni berani melihatnya sebagai sebuah fenomena untuk diteliti lewat ilmu pengetahuan. 

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar