Mabur.co – Awal tahun 2026 menjadi momentum yang tepat bagi Paguyuban Senapati Nusantara, untuk mengadakan rapat kerja agung Senapati Nusantara, yang berlangsung di Pendapa Krida Manunggal Budaya, Ngaglik, Sleman, Sabtu-Minggu, 17-18 Januari 2026.
Selain berupa rapat kerja agung, berbagai paguyuban Tosan Aji juga turut memamerkan koleksinya dalam bentuk pagelaran, untuk dijual kepada masyarakat.
Pagelaran Tosan Aji ini diikuti oleh 150 paguyuban yang berasal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia, seperti dari Palembang, Riau, Kalimantan, Bali, Lombok, Sumba, NTT, dan sebagainya.
Ketua Panitia Rapat Kerja Agung Paguyuban Tosan Aji, Nurjianto, menyatakan bahwa perkembangan Tosan Aji di Indonesia sejauh ini sudah cukup bagus, meskipun ada beberapa aspek yang masih harus diperbaiki.
“Salah satunya adalah bagaimana kami mengupayakan adanya Hari Keris Nasional, yang sampai saat ini masih belum ditandatangani oleh Presiden melalui Keppres (Keputusan Presiden),” ucap Nurjianto saat ditemui mabur.co di Pendopo Krida Manunggal, Sabtu (17/1/2026).

Selain soal Hari Keris Nasional, Nurjianto berharap bahwa rapat kerja agung ini mampu mewadahi aspirasi dari semua paguyuban dan membuat beberapa program strategis terkait pelestarian Tosan Aji ke seluruh lapisan masyarakat.
“Karena masyarakat harus tahu bahwa keris itu banyak mengandung nilai-nilai tuntunan di dalam hidup, artinya memang budaya Tosan Aji ini betul-betul harus diperjuangkan (eksistensinya) kepada generasi saat ini,” tambah Nurjianto.
Selain menampilkan keris sebagai bagian dari pameran atau pagelaran, acara ini juga turut menghadirkan batu akik sebagai salah satu peserta pagelaran, dan cukup menarik perhatian pengunjung.
Ada pula penampilan spesial dari kelompok musik dan sanggar tari setempat. (*)



