Cosplay Artefak Kuno, Tren Anak Muda Korea Belajar Benda Bersejarah

3 Min Read
Three people in shiny gold outfits pose and selfie with a smartphone against a gold wall backdrop.
Sejumlah anak muda Korea memakai kostum menyerupai pagoda emas kuno koleksi Museum Nasional Korea. (Foto: The Korea Times)

Mabur.co – Korea Selatan punya cara unik untuk mengajak masyarakatnya lebih mengenal kekayaan budaya bangsa, lewat benda kuno dan artefak bersejarah yang selama ini tersimpan di museum. 

Bukan dengan memaksa generasi mengunjungi museum. Namun dengan membuat festival sekaligus kontes lomba kostum ala benda-benda bersejarah.

Hal itulah yang dilakukan Museum Nasional Korea lewat ajang kontes “Dress Like a Museum”, yang mengajak masyarakat berdandan dan menampilkan pertunjukan berdasarkan berbagai benda bersejarah.

Di tahun 2026 ini, tercatat ada sebanyak 275 tim dengan 643 peserta ikut ambil bagian dalam festival ini. Jumlah tersebut melonjak lebih dari tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya diikuti 83 peserta.

Memilih Artefak yang Disukai

Dilansir The Korea Times, Kamis (3/9/2026), kontes ini bukan sekadar lomba kostum. Peserta diminta memilih artefak yang mereka sukai, mempelajari sejarahnya, kemudian menginterpretasikan melalui kostum, tata rias, properti, hingga pertunjukan.

Beragam benda bersejarah Korea pun tampil dalam bentuk yang tidak biasa. Ada peserta yang mengecat seluruh tubuhnya dengan warna emas untuk menyerupai patung Bodhisattva Merenung.

Peserta lainnya mengubah lonceng ritual dari Zaman Perunggu menjadi kostum untuk dua orang. Ada pula kelompok pekerja kantoran yang menampilkan genteng kuno era Silla dengan ciri khas wajah tersenyum.

Salah satu tim bernama “Bangtap Goryeo-dan” mengambil inspirasi dari pagoda perunggu era Goryeo dan mengemas penampilannya dengan nuansa budaya K-pop.

Lewat festival unik ini, pihak pengelola museum terbukti mampu membuat warisan budaya menjadi lebih dekat dengan generasi muda yang akrab dengan budaya modern seperti cosplay hingga media sosial.

Generasi Muda Tertarik Artefak Kuno

Pengelola Museum Nasional Korea, Jung Jae-hyun, mengaku senang festival ini mampu membuat banyak masyarakat khususnya generasi muda tertarik pada artefak kuno melalui program tersebut.

Program “Dress Like a Museum” pertama kali digelar pada 2024 dengan 36 tim. Dalam dua tahun, jumlah peserta meningkat lebih dari tujuh kali lipat.

Tahun lalu, acara tersebut juga menarik sekitar 6.000 pengunjung setelah foto-foto peserta menyebar luas di media sosial.

Dalam festival ini peserta terbaik akan ditetapkan sebagai juara dan mendapat hadiah. Penilaian ditentukan sejumlah aspek, mulai dari alasan memilih artefak, pemahaman terhadap benda bersejarah, kreativitas dalam menginterpretasikan, hingga kemampuan peserta menarik perhatian publik.

Total hadiah dan penghargaan yang disediakan bahkan mencapai 40 juta won atau sekitar Rp470 juta.

Lewat cara unik ini, museum tidak hanya mengajak masyarakat melihat benda bersejarah di dalam gedung. Artefak justru diubah menjadi bagian dari budaya populer agar sejarah lebih mudah dikenal dan dinikmati generasi muda.

Kira-kira bagaimana jika festival semacam ini juga digelar di Indonesia?

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar