Uniknya Tradisi Bebari Laut Darat, Persembahan 40 Kue Tradisional Warga Desa Sabuai

4 Min Read
Group of men around an outdoor street food stall, serving fried snacks displayed on banana leaves.
Warga menyiapkan persembahan yang berisi sekitar 40 jenis kue tradisional khas Sabuai dalam tradisi Bebari Laut Darat. (Foto: Pemerintah Desa Sabuai)

Mabur.co – Masyarakat pesisir Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, khususnya warga Desa Sabuai, masih mempertahankan sebuah tradisi leluhur yang terus diwariskan lintas generasi. 

Tradisi itu dikenal sebagai Bebari Laut Darat, sebuah upacara adat tahunan yang menjadi ungkapan rasa syukur atas hasil laut dan hasil bumi sekaligus doa agar masyarakat senantiasa diberi keselamatan dan keberkahan.

Bebari Laut Darat bukan sekadar perayaan budaya. Bagi masyarakat Desa Sabuai, tradisi ini merupakan bagian dari kehidupan yang mencerminkan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.

Dikutip situs resmi Pemerintah Desa Sabuai, Rabu (29/7/2026), rangkaian ritual tradisi Bebari Laut Darat diawali dengan prosesi adat yang dipimpin tokoh adat setempat untuk memohon izin kepada leluhur yang dipercaya menjaga wilayah desa. 

Setelah itu, warga bergotong royong menyiapkan berbagai sesaji sebagai bentuk penghormatan dan rasa syukur.

40 Kue Tradisional

Salah satu ciri khas tradisi ini adalah ancak, yakni persembahan yang berisi sekitar 40 jenis kue tradisional khas Sabuai. 

Seluruh makanan ini akan dibuat bersama-sama oleh warga, terutama kaum perempuan, yang sejak pagi berkumpul untuk memasak berbagai hidangan tradisional, termasuk aneka wadai atau jajanan khas daerah.

Suasana gotong royong menjadi bagian penting dari pelaksanaan Bebari Laut Darat. Warga saling berbagi tugas mulai dari menyiapkan bahan makanan, membuat kue tradisional, hingga menyusun sesaji yang akan digunakan dalam prosesi adat.

Pada puncak acara, enam ancak akan diarak menuju enam titik yang dianggap sakral, yakni Muhara, Natai Bata, Sambu, Beguruh, Tatah, dan Laut Lepas di kawasan Pantai Sabuai. 

Di lokasi inilah selanjutnya dilakukan prosesi adat sebagai simbol penghormatan kepada alam sekaligus doa agar hasil laut dan daratan tetap melimpah serta masyarakat dijauhkan dari berbagai bencana.

Selain prosesi di laut, sebagian sesaji juga ditempatkan di daratan sebagai simbol keseimbangan antara kehidupan pesisir dan darat yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat Desa Sabuai.

Tradisi yang digelar setiap tahun ini juga menjadi ruang berkumpulnya masyarakat. Selain ritual adat, acara biasanya dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni dan aktivitas budaya yang mempererat kebersamaan warga.

Keunikan tradisi tersebut kini mulai mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat. 

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kotawaringin Barat, Rona Nirmala, menilai tradisi Bebari Laut Darat memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata budaya dan diusulkan masuk ke dalam Calendar of Events (CoE) daerah.

Daya Tarik Kuat Wisatawan

Menurutnya, perpaduan ritual adat yang masih terjaga, kekayaan kuliner tradisional, seni pertunjukan, dan busana adat menjadikan Bebari Laut Darat memiliki daya tarik yang kuat bagi wisatawan.

“Prosesi adat tersebut memiliki keautentikan yang luar biasa. Perpaduan antara ritual adat yang sakral, kekayaan 40 jenis kuliner tradisional, seni pertunjukan, serta busana adat menjadi kekuatan besar untuk menghadirkan pengalaman wisata budaya yang berkelas di Kobar,” kata Rona dilansir dari Antara.

Meski demikian, ia menegaskan pengembangan tradisi sebagai destinasi wisata tidak boleh menghilangkan nilai sakral yang diwariskan para leluhur.

Karena itu, pemerintah daerah berencana menyusun sejumlah ketentuan bagi wisatawan agar prosesi adat tetap berlangsung khidmat, lingkungan pesisir tetap terjaga, dan masyarakat tetap menjadi pelaku utama dalam pelestarian tradisi.

Dengan keunikan yang dimiliki, tradisi Bebari Laut Darat diharapkan tidak hanya menjadi identitas budaya masyarakat Desa Sabuai, tetapi juga berpeluang menjadi salah satu ikon wisata budaya unggulan Kalimantan Tengah yang memperkenalkan kekayaan tradisi pesisir Indonesia kepada masyarakat yang lebih luas.

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar