Inilah Permainan Tradisional yang Cocok Dimainkan Orang Dewasa

5 Min Read
Group of women and girls skipping rope in a sunny park surrounded by trees.
Permainan tali (skipping), salah satu permainan tradisional favorit yang sering dimainkan oleh orang dewasa (Foto: tempo.co)

Mabur.co – Permainan tradisional seperti Congklak, Gobak Sodor, Delikan, dan lain-lain, umumnya hanya dimainkan oleh anak-anak berusia SD hingga SMA, itu pun lebih banyak terjadi di awal tahun 2000-an ke belakang.

Mengingat saat ini semua orang lebih tertarik bermain permainan digital (game online), yang tersedia di ponsel mereka masing-masing.

Namun jangan salah, pemainan tradisional sejatinya tetap bisa dimainkan oleh orang-orang dewasa atau orang tua sekalipun. Karena memainkan permainan tradisional tidak pernah dibatasi usia, dan berhak dimainkan oleh siapa saja (tua, muda, laki-laki, perempuan, kaya, miskin, dan seterusnya).

Hanya saja memang, permainan tradisional untuk orang dewasa tidak selalu sama dengan permainan khas anak-anak, yang lebih berfokus pada keterampilan motorik dan tumbuh kembang, serta turut mengandalkan kelincahan fisik dan kecepatan berpikir.

Sedangkan bagi orang dewasa, permainan tradisional yang cocok dengan usia mereka adalah yang mengutamakan strategi kompleks, mengasah ketangkasan, dan membutuhkan kerja sama tim, dan tentu saja tidak banyak berlari kesana-kemari, dan seterusnya.

Selain itu, selayaknya permainan atau hiburan pada umumnya, permainan tradisional untuk orang dewasa selayaknya juga mampu melepas penat dan stres dari rutinitas sehari-hari, sekaligus menjadi sarana rekreasi yang menyenangkan bersama keluarga atau teman.

Dilansir dari laman Kompas.id, Minggu (7/6/2026), berikut adalah beberapa permainan tradisional yang cocok untuk dimainkan oleh orang dewasa.

1. Gobak Sodor (Benteng Sodor)

Group of people playing a field game on a grassy sports ground, with spectators and small goals in the background on a sunny day.
Permainan Gobak Sodor (Foto: kanal YouTube KOMPASTV)

Permainan ini turut dilakukan secara berkelompok, yang mampu menguji ketangkasan dan strategi dari masing-masing anggota.

Dalam permainan ini, setiap pemain harus mampu melewati hadangan penjaga garis untuk mencapai titik ujung, dan kembali lagi tanpa tersentuh oleh kelompok lawannya.

Permainan ini tentu saja masih layak dimainkan oleh orang dewasa, karena jenis game-nya mampu melatih kelincahan serta kerja sama tim secara intens, dalam waktu yang tergolong singkat.

2. Bakiak (Terompah Panjang)

Group of seven people in red and white shirts balancing on tandem planks outdoors, linking arms for a team-building exercise.
Permainan Bakiak (Foto: infopublik.id)

Permainan ini juga dilakukan secara berkelompok, menggunakan alas kaki panjang yang terbuat dari kayu. Semua anggota tim harus berjalan beriringan dengan langkah yang sama dan seirama, untuk mencapai garis finis.

Baik tua maupun muda, permainan yang satu ini masih cukup menarik untuk dijadikan sarana mengisi waktu luang maupun lomba 17-an, dan seterusnya. Karena setiap peserta harus mampu menjaga ritme dan langkah kakinya agar tetap seirama dengan sesama peserta lainnya, agar mereka tidak kehilangan keseimbangan, yang berakibat pada kekalahan dalam perlombaan.

Tentu saja, permainan ini sangat cocok untuk membangun kekompakan, dan juga komunikasi antar setiap individu.

3. Egrang

Four men walk on tall bamboo stilts down a village street, with onlookers in the background.
Permainan Egrang (Foto: gunungkidulkab.go.id)

Egrang adalah permainan di mana peserta harus berjalan menggunakan dua tongkat bambu atau kayu, yang memiliki pijakan kaki. Permainan ini membutuhkan keseimbangan dan konsentrasi tinggi, agar tidak terjatuh.

Bagi orang dewasa yang takut jatuh atau memiliki masalah di bagian kaki atau pinggang, permainan yang satu ini mungkin kurang cocok untuk dimainkan. Namun bagi mereka yang memiliki fisik yang cukup kuat, lincah, dan suka tantangan baru, permainan ini masih sangat cocok dimainkan oleh orang dewasa.

Permainan ini sangat baik untuk mengasah kesabaran dan juga kemampuan fisik, sekaligus menjaga keseimbangan tubuh.

4. Ketapel

Group of men performing a synchronized arm-stretch exercise outdoors among trees and a paved path.
Permainan ketapel (Foto: infobekasi.co)

Dari sekian banyak permainan tradisional, mungkin permainan ketapel adalah salah satu yang justru lebih cocok dimainkan oleh orang dewasa ketimbang anak-anak.

Sebab bermain ketapel bagi anak-anak tidak bisa dilakukan di sembarang tempat, dan juga asal tembak ke sasaran yang tidak semestinya.

Ketapel sendiri adalah alat pelontar yang berasal dari kayu dan karet, untuk menembakkan objek menuju target sasaran tertentu.

Permainan yang satu ini sangat cocok untuk menguji ketepatan akurasi, melatih fokus, sekaligus presisi dalam mencapai target yang diinginkan.

***

Meskipun permainan tradisional memang lebih banyak ditujukan untuk anak-anak usia sekolah, namun bukan berarti orang dewasa tidak boleh memainkannya sama sekali.

Karena permainan tradisional sendiri pada hakikatnya memang diciptakan untuk segala macam usia, bukan hanya untuk anak-anak saja.

Hanya saja dalam perkembangannya, orang-orang dewasa seperti sudah terlalu sibuk dengan rutinitas sehari-hari (terutama pekerjaan), sehingga menganggap bahwa permainan tradisional akhirnya hanya diperuntukkan untuk generasi yang lebih muda.

Padahal, sebagai sarana rekreasi dan hiburan, permainan tradisional tetap layak dimainkan oleh siapa saja. Karena rekreasi dan hiburan adalah hak semua manusia, tanpa kecuali. (*)

Share This Article
Avatar photo
Lulusan program studi Jurnalistik STMM Yogyakarta, Jurnalis mabur.co, Writing Is Journey Of My Life
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Leave a Comment