Jangan Remehkan Profesi Tukang Parkir (yang Tidak Liar) - Mabur.co

Jangan Remehkan Profesi Tukang Parkir (yang Tidak Liar)

Mabur.co – Keberadaan tukang parkir seringkali dianggap remeh oleh sebagian orang. Bahkan tak jarang, banyak orang turut menghindari toko, warung, atau lokasi perbelanjaan yang menghadirkan tukang parkir di dalamnya.

Hal itu semakin diperparah dengan kemunculan “parkir liar”, yakni situasi dimana tukang parkir hanya datang untuk menagih bayaran saat motor atau kendaraan hendak keluar dari lokasi perbelanjaan (biasanya minimarket), namun tidak melakukan sumbangsih apa-apa terhadap kendaraan yang diparkir.

Namun, di luar tukang parkir liar (oknum) tersebut, masih banyak tukang parkir baik lainnya di luar sana, yang benar-benar bekerja untuk mengamankan kendaraan Anda, dari segala kemungkinan terburuk yang bisa terjadi kapan saja, terutama risiko kehilangan kendaraan itu sendiri.

Tukang parkir resmi (bukan liar) yang bertugas dengan baik dan bertanggung jawab memiliki peran penting dalam keseharian masyarakat, khususnya di kota, terutama dalam hal ketertiban dan keamanan kendaraan di lokasi-lokasi tertentu, seperti yang sudah dijelaskan di atas.

Bahkan tak jarang, profesi tukang parkir juga mampu meraup cuan yang tidak sedikit (lebih menjanjikan dari profeso kantoran, apalagi guru honorer), dan sanggup menjadi penopang kehidupan sehari-hari, termasuk bagi yang sudah berkeluarga.

Dilansir dari laman Detik, berikut adalah beberapa alasan sederhana, mengapa profesi tukang parkir (yang tidak liar) tidak boleh diremehkan begitu saja.

1. Membantu Ketertiban Lalu Lintas

Tukang parkir berperan aktif mengatur kendaraan, membantu memarkir (merapikan) kendaraan dengan rapi dan sesuai bentuk dari lahan yang tersedia, serta membantu pengendara menyeberang atau keluar dari area parkir yang padat, yang secara tidak langsung juga berkontribusi memperlancar arus lalu lintas di sekitar lokasi parkiran.

2. Menjaga Keamanan Kendaraan

Tukang parkir yang baik akan berusaha menjaga helm, barang bawaan, dan keamanan kendaraan secara keseluruhan, sehingga memberikan rasa aman bagi setiap pengguna jasa.

Jika menerima tukang parkir seperti ini, perasaan aman untuk datang ke lokasi perbelanjaan akan lebih terjaga, dan tidak ada sedikitpun keinginan untuk menghindari tukang parkir (beserta lahan parkir tertentu), dan lain sebagainya.

3. Memiliki Potensi Penghasilan Tinggi

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Di titik-titik keramaian tertentu (biasanya mall atau pusat perbelanjaan besar), penghasilan tukang parkir resmi/terorganisir (bukan liar yang memeras) bisa sangat besar, bahkan dilaporkan bisa lebih dari UMR sekelas DKI Jakarta, apalagi gaji seorang guru honorer.

4. Profesi yang Tetap Dibutuhkan

Di tengah padatnya mobilitas di kota-kota besar, kehadiran juru parkir yang membantu menata kendaraan (bukan parkir liar) tetap sangat dibutuhkan. Bahkan juru parkir juga menjadi salah satu bagian penting dari ekosistem perkotaan modern. 

Sehingga kehadirannya jelas tidak bisa diremehkan begitu saja.

***

Penting untuk membedakan antara tukang parkir yang jujur dan bertanggung jawab, dengan “tukang parkir liar” yang seringkali memungut biaya tanpa jasa yang jelas (tidak menjaga/mengatur kendaraan), sehingga lebih banyak meresahkan masyarakat.

Dan tentu saja, tipikal tukang parkir seperti ini akan lebih sering dihindari oleh para pengunjung di lokasi perbelanjaan tertentu.

Hal itu otomatis akan membuat pengunjung lokasi perbelanjaan tersebut akan berkurang, alias sepi pengunjung.

Jika sudah sepi pengunjung, toko bakal merugi, tukang parkir liar itu sendiri juga akan merugi. Tidak ada pihak yang diuntungkan sama sekali, ketika melakukan “aksi liar” tersebut.

Dengan penataan yang lebih baik dari pemerintah daerah maupun jajaran terkait, juru parkir dapat bekerja secara resmi, terlindungi, dan memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *