Menerapkan Isra Mikraj dalam Kehidupan Modern

Mabur.co – Umat Islam sebentar lagi akan merayakan salah satu hari besar dalam sejarah agama Islam, yakni peringatan Isra Mikraj, yang jatuh pada Jumat, 16 Januari 2026, mendatang.

Isra Mikraj sendiri adalah peristiwa perjalanan Nabi Muhammad SAW hanya dalam waktu semalam. Pada saat itu Rasul melakukan perjalanan spiritual ke Mekah yang terbagi dalam dua tahap: Isra dan Mikraj.

Isra adalah perjalanan dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa, sedangkan Mikraj adalah ketika Rasul menerima wahyu dari Masjidil Aqsa menuju langit ke tujuh hingga ke Sidratul Muntaha dan ke Mustawa. Di sanalah kemudian Rasulullah SAW menerima perintah untuk mengerjakan salat lima waktu setiap harinya.

Peristiwa ini bukan hanya sekadar perjalanan spiritual, melainkan suatu nilai penting tentang keimanan, keteguhan hati, serta tentunya perintah salat lima waktu sebagai tiang agama seorang Muslim.

Menerapkan Isra Mikraj dalam Kehidupan Modern

Meskipun peristiwa Isra Mikraj sudah terjadi jauh sebelum masa peradaban (tahun 621 Masehi), namun nilai-nilai yang terkandung di dalamnya masih bisa diterapkan sampai hari ini, bahkan sampai hari akhir kelak.

Dikutip dari Antara News, inilah beberapa pelajaran penting dari peristiwa Isra Mikraj, yang masih bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Konsisten Beribadah

Melakukan serangkaian ibadah, terutama salat lima waktu, ibarat pekerjaan yang dilakukan setiap hari. Untuk itu sangat dibutuhkan konsistensi atau rutinitas secara berkelanjutan, agar tidak pernah ketinggalan ketika waktunya sudah tiba. Dengan begitu akan terbentuk kedisiplinan dan kebiasaan positif tanpa harus dipaksa.

Beribadah Secara Khusyuk

Selain dilakukan secara konsisten dan kontinyu, setiap ibadah juga harus dikerjakan dengan fokus dan pikiran yang tenang. Jauhkanlah diri dari segala bentuk gangguan yang bersifat duniawi. Karena melakukan ibadah artinya Anda sedang berkomunikasi dengan sang Pencipta.

Komunikasi itu hendaknya dilakukan dengan sungguh-sungguh alias khusyuk. Kekhusyukan ibadah akan sangat menentukan kualitas ibadah yang dilakukan setiap harinya.

Selalu Ikhlas dan Tawakal

Ikhlas dan tawakal artinya setiap ibadah yang dilakukan adalah murni karena Allah SWT, bukan karena mengharapkan pujian dari manusia, kepentingan konten, dan sebagainya. Dengan begitu, ibadah yang dilakukan akan menjadi ringan dan penuh makna.

Meningkatkan Ilmu Keagamaan

Selain mengerjakan ibadah, penting juga bagi umat Islam untuk terus meningkatkan wawasan ilmu keagamaan. Di zaman sekarang menambah ilmu keagamaan bisa dengan mudah dilakukan di mana saja, seperti melalui ceramah, kajian, literatur keislaman dalam bentuk fisik (buku dan lain-lain), hingga literatur digital yang tersebar luas di internet. Namun pastikan literatur tersebut dapat dipertanggungjawabkan sumber dan kebenarannya.

Rutin Muhasabah Diri

Setiap selesai menunaikan ibadah, terutama salat lima waktu, luangkan waktu sejenak untuk muhasabah atau introspeksi terhadap diri sendiri. Momen itu juga bisa digunakan sebagai komunikasi Anda (curhat) dengan Allah SWT, baik itu dalam urusan duniawi maupun akhirat.

***

Momen Isra Mikraj yang diperingati setiap tanggal 27 Rajab tahun Hijriyah hendaknya dapat benar-benar diresapi dan diterapkan dalam keseharian kita semua. Di situlah kita benar-benar mampu menerapkan nilai-nilai Isra Mikraj dalam kehidupan modern. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *