Perlukah Memiliki Data Penyimpanan “Unlimited” di Masa Depan?

Dunia digital saat ini telah berkembang dengan begitu pesat dan cepat. Di era ini, siapa pun bisa membuat konten, sekaligus menghasilkan uang dari konten yang telah diproduksi.

Namun satu tantangan besar yang kerap dihadapi oleh konten kreator adalah, terbatasnya ruang penyimpanan data (storage) untuk menyimpan berbagai data atau dokumen yang diperlukan sebagai bahan membuat konten tersebut.

Umumnya ruang penyimpanan atau yang dikenal dengan istilah hard disk atau SSD (Solid State Drive) memiliki kapasitas mulai dari 50 GB (Giga Byte) hingga puluhan TB (Tera Byte).

Angka ini sebenarnya sudah jauh lebih besar dari kapasitas penyimpanan pada era awal 2000-an ke belakang, salah satunya adalah disket (floppy disk) yang hanya berkapasitas 1,44 MB.

Meskipun kapasitas penyimpanan data terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu, namun hal itu tetap tidak menutupi fakta bahwa kebutuhan terhadap ruang penyimpanan yang semakin besar terus bertambah.

Apalagi dengan keadaan dunia saat ini yang begitu mendewakan “konten” (terutama video) untuk berbagai keperluan, seperti promosi produk, pendidikan, hingga hiburan.

Tentunya tidak mungkin, jika seorang konten kreator harus membeli hard disk atau data penyimpanan sebanyak-banyaknya, untuk bisa menunjang pekerjaannya dalam menghasilkan konten setiap harinya.

Sistem Cloud Tidak Sepenuhnya Tepat

Salah satu dampak dari kemajuan teknologi adalah hadirnya sistem penyimpanan berbasis cloud (cloud storage atau penyimpanan awan). Sistem cloud storage memungkinkan pengguna untuk menyimpan data ke internet melalui server data center yang disediakan oleh pihak ketiga.

Berkat kemudahannya, cloud storage dapat diakses di mana saja dan kapan saja, selama terhubung dengan jaringan internet. Salah satu cloud storage yang cukup populer yaitu Google Drive.

Akan tetapi, cloud storage tidak dapat menjadi satu-satunya solusi dari kebutuhan jutaan konten yang diproduksi setiap harinya.

Karena cloud storage sendiri umumnya juga memiliki keterbatasan kapasitas. Bahkan layanan cloud storage Google Drive sendiri hanya berkapasitas 15 GB. Angka itu tentunya sangat tidak cukup untuk mendukung kebutuhan menghasilkan konten setiap harinya.

Meskipun beberapa penyedia cloud storage ada yang mengklaim bahwa layanan mereka memiliki kapasitas yang jumlahnya unlimited, seperti Telnyx Cloud Storage, Google Drive Enterprise Package, Amazon Cloud Drive, dan seterusnya.

Namun seluruh layanan tersebut umumnya bersifat langganan, alias harus rutin membayar dalam jangka waktu tertentu untuk bisa terus menikmati layanan “unlimited” tersebut. Itu pun sebenarnya produk mereka tidak benar-benar unlimited, melainkan hanya sebuah “ilusi” atau trik marketing semata.

Bagaimanapun, menyimpan data di internet selalu berisiko, karena kita tidak pernah tahu akan dikemanakan seluruh data-data tersebut oleh pihak server.

Belum lagi kemungkinan andaikata perusahaan cloud storage tadi misalnya stop layanan, berhenti beroperasi, atau bahkan bangkrut. Who knows?

Sehingga penyimpanan dalam bentuk fisik seperti hard disk, SSD, flash disk, atau memory card masih menjadi pilihan yang lebih bijak sebagai penyimpanan data dalam membuat konten.

Semua device tersebut tidak memerlukan koneksi internet sama sekali. Penggunaan cloud storage lebih direkomendasikan sebagai penyimpanan cadangan atau back up saja, setidaknya untuk saat ini. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *