Sapi Kurban Presiden Prabowo Disembelih di Masjid Al Husna

3 Min Read
Sapi bantuan Presiden Prabowo, Johny Anggoro, dikirim ke Masjid Al Husna, Sleman untuk disembelih pada Iduladha 1447 H. (Foto: Istimewa)

Mabur.co- Sapi bantuan Presiden Prabowo, Johny Anggoro, dikirim ke Masjid Al Husna, Sleman, untuk disembelih pada Iduladha 1447 H mendatang. Penyaluran ini bersamaan dengan disalurkannya pula sapi bantuan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY sejumlah 9 ekor sapi untuk kabupaten/kota.

Sekda DIY, Ni Made Dwi Panti Indrayanti, mengatakan, sapi-sapi ini diserahkan kepada perwakilan masing-masing takmir masjid yang menjadi penerima bantuan. Kurban adalah ibadah yang mengandung pelajaran sangat dalam.

Tidak hanya sekadar tradisi penyembelihan hewan, namun kurban menjadi ibadah yang menguji keikhlasan seorang hamba.

“Dalam kurban, kita diajak melepaskan sebagian dari apa yang dicintai. Seseorang tidak hanya dinilai dari apa yang ia miliki, tetapi juga dari kesediaannya untuk berbagi, menolong, dan menghadirkan manfaat bagi sesama,” ungkapnya, Selasa (26/5/2026) di halaman Bangsal Wiyata Praja, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.

Makna Ibadah Kurban

Ni Made menyebut, kurban adalah ibadah yang mengandung pelajaran sangat dalam. Tidak hanya sekadar tradisi penyembelihan hewan, namun kurban menjadi ibadah yang menguji keikhlasan seorang hamba.

“Dalam kurban, kita diajak melepaskan sebagian dari apa yang dicintai. Seseorang tidak hanya dinilai dari apa yang ia miliki, tetapi juga dari kesediaannya untuk berbagi, menolong, dan menghadirkan manfaat bagi sesama,” ungkap Ni Made.

Ni made mengatakan, kurban memiliki dua makna yang saling menyatu. Pertama, sebagai bentuk ketaatan seorang hamba kepada Tuhan. Kedua, memiliki makna sosial untuk memperkuat kepedulian, persaudaraan, dan solidaritas di tengah masyarakat.

“Semangat kurban perlu kita perluas menjadi etika kepedulian, mengalirkan manfaat bagi orang lain. Kurban mengajarkan bahwa rezeki yang dibagi tidak akan mengurangi kemuliaan, melainkan memperluas keberkahan,” ujar Ni Made.

Mustafa, pemilik sapi Johny Anggoro mengatakan, ia telah memelihara sapi tersebut sejak 3,5 tahun yang lalu.

Sapi jenis simental keturunan Swiss ini awalnya memiliki bobot awal 891 kg, dan saat ini telah menembus sekitar 950 kg.

Sapi prima ini dilepas dengan harga Rp85 juta. Ini merupakan pertama kali ia mendaftarkan sapinya untuk diseleksi oleh Presiden RI.

Berawal dari pemeriksaan kesehatan oleh Puskeswan Mlati, Mustafa kemudian ditawari untuk mendaftarkan sapinya.

Setelah melalui berbagai tahapan, Johny Anggoro dinyatakan lolos, baik dari segi bobot maupun kesehatannya, untuk dibeli oleh Presiden RI.

Ketika terpilih, ia  memberikan perawatan ekstra untuk Johny.

“Perawatan sementara ini kita kasih makan hijauan dengan persentase sekitar 40%, ditambah dengan komboran sekitar 60%. Vaksinasinya harus lengkap, seperti vaksin PMK (Penyakit Mulut dan Kuku), kemudian pemberian obat cacing secara rutin. Kita harus tertib dan disiplin sehingga pencernaan sapi selalu sehat dan terbebas dari cacing,” katanya.

TAGGED:
Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Leave a Comment