Mabur.co- Di zaman yang serba canggih ini, Indonesia termasuk tertinggal dari negara negara lain, khususnya di bidang teknologi pertanian.
Lantaran masih menggunakan teknologi yang sederhana, tidak mengherankan jika hasil pertanian di Indonesia belum bisa menyamai negara lain, misalnya Jepang. Negeri Matahari Terbit itu sudah bisa mengimpor hasil tani ke negara-negara lain secara berkala.
Petani Sukses di Hiroshima
Seorang WNI bernama Khaerul Fahmi, sukses menjadi petani di Hiroshima. Dia memiliki kebun hijau yang ditanami kangkung, kemangi, kacang panjang hingga bayam. Masih banyak lagi tanaman lainnya yang terlihat segar dan hijau.
Fahmi, sapaan akrabnya, berasal dari Lombok Barat. Lahir dan besar di Desa Bengkel, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat, NTB, ia sudah akrab dengan dunia pertanian sejak kecil. Setiap hari, ia mengikuti sang kakek bertani secara konvensional di lahan terbuka.

(Foto: Setiaky A Kusuma)
Fahmi menekankan pentingnya membangun sistem pertanian yang tidak hanya berfokus pada produktivitas, tetapi juga menjunjung prinsip inklusivitas, keadilan, serta keberlanjutan lingkungan.
“Prinsip pertanian yang adil dan berkelanjutan sangat penting ditekankan. Prinsip adil ini diimplementasikan melalui kolaborasi dengan masyarakat disabilitas yang dipekerjakan dan mendapat wadah berkarya. Sementara itu, prinsip berkelanjutan diimplementasikan melalui penekanan SOP penggunaan pupuk dan pestisida yang ketat oleh pemerintah,” ujarnya saat ditemui usai penyuluhan di Kloler, Trimulyo, Sleman, Yogyakarta, Senin (27/7/2026).
Berbagai Inovasi Petani Jepang
Menurut Fahmi, Jepang mampu menciptakan pertanian secara hidroponik menggunakan teknologi Light Emitting Diode (LED). Minimnya lahan pertanian justru membuat Jepang kreatif.
“Jepang berhasil menciptakan pertanian hidroponik, yaitu pertanian yang dilakukan di dalam gedung dengan cara penerangan menggunakan teknologi LED. Berkat itu, Jepang bisa menghasilkan sayuran 100 kali lebih banyak dibandingkan dengan proses penanaman konvensional biasa,” katanya.
Fahmi menuturkan, Jepang juga sukses menciptakan teknologi high pressure sodium vapor, yaitu sinar matahari buatan untuk mempercepat tanaman tumbuh dengan subur.
Pertanian di Jepang juga dikendalikan oleh komputer sehingga para petani tidak perlu bekerja terlalu keras untuk menanam bahan pertanian.
“Jepang telah menciptakan mesin penanam padi otomatis yang biasa disebut dengan rice tranplanter. Mesin ini bisa digunakan sebagai penanam bibit padi secara serentak,” katanya. ***
