Mabur.co – Jelang laga ketiga timnas Indonesia menghadapi Vietnam di babak penyisihan Grup A Piala AFF 2026, pelatih timnas Indonesia, John Herdman, menegaskan pentingnya tim seperti Indonesia mengalami pertumbuhan seiring berjalannya turnamen, mengingat waktu dan persiapan yang dimiliki cenderung mepet sejak awal pemusatan latihan di Bali pada awal Juli lalu.
Setelah menjalani dua laga kontra Kamboja dan Timor Leste, Herdman pun melihat adanya progres yang ditunjukkan oleh anak-anak asuhnya, setelah menjalani banyak pertandingan bersama-sama.
“Jika Vietnam sudah memasuki pertandingan ketujuh (sejak akhir Juni 4 laga uji coba dan 2 laga fase grup A Piala AFF sebelum menghadapi Indonesia) dan belum terkalahkan, maka Indonesia baru menjelang pertandingan yang ketiga. Jadi seperti yang saya bilang ‘pelan-pelan’, kita baru saja membangun pertumbuhan di sepanjang turnamen. Dan pertandingan nanti (melawan Vietnam) adalah pembuktian kepada diri kami, apa saja progres yang sudah dicapai sejauh ini, untuk melangkah lebih jauh di turnamen ini (Piala AFF 2026),” ungkap Herdman dalam sesi konferensi pers jelang laga, seperti dilansir dari laman Okezone, Minggu (2/8/2026).
Menikmati Pertandingan Sambil Tetap Berproses
Selain tentang progres dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya, Herdman juga ingin melihat anak asuhnya menikmati pertandingan nanti malam saat menghadapi Vietnam, dan bersaing untuk memperebutkan kemenangan, sekaligus memastikan diri lolos ke babak Semifinal sebagai juara Grup A.
“Saya pastikan kita akan menikmati pertandingan nanti (melawan Vietnam), dan juga bersaing untuk meraih kemenangan. Tapi saya yakin, pertandingan melawan Vietnam akan berbeda dengan fase-fase selanjutnya (Semifinal dan Final – jika lolos), ketika kita sudah semakin banyak bermain bersama satu sama lain, dan mampu menjalin chemistry yang baik di lapangan, untuk mencapai hasil yang diinginkan,” tambah Herdman.
Pelatih asal Inggris ini juga mencontohkan sang juara dunia di Piala Dunia 2026 lalu, Spanyol, yang awalnya juga tidak terlalu mulus mengawali turnamen Piala Dunia, akibat ditahan seri oleh negara debutan Cape Verde, dengan skor 0-0.
Namun seiring berjalannya turnamen, Spanyol tumbuh dan berkembang dengan sangat baik, sampai akhirnya melaju ke babak final, dan menghadapi juara bertahan Argentina, di mana mereka akhirnya menang dengan skor 1-0 di babak extra-time.
Dengan kata lain, perjalanan mulus di awal turnamen tidak lantas menjamin sebuah negara akan melenggang mulus hingga menjadi juara. Sementara tim yang mengalami progres signifikan sepanjang turnamen adalah justru yang lebih siap untuk menjadi juara, karena mereka telah mengalami masa-masa sulit sejak awal, dan sanggup melewati semuanya dengan baik secara kolektif.
Sedangkan tim yang langsung tancap gas (menang mudah) sejak awal, kemungkinan akan mengalami goncangan atau ketidakseimbangan, ketika terjadi suatu hal di tengah-tengah turnamen, yang bisa jadi belum pernah dihadapi sebelumnya, dan seterusnya. (*)
