Kenapa Goa Selarong Bisa Menjadi Magnet Utama Desa Guwosari?

4 Min Read
Cave entrance in a rocky cliff, surrounded by a beige fence and iron railing along a shaded walkway in a park.
Goa Selarong di Desa Guwosari, Pajangan, Bantul, Yogyakarta. (Foto: guwosari.desa.id)

Mabur.co – Desa Guwosari, Pajangan, Bantul, menjadi salah satu desa di wilayah selatan kota Yogyakarta dengan beragam potensi baik wisata alam, sejarah, maupun budaya.

Salah satu yang paling menarik di desa ini adalah keberadaan Goa Selarong, yang dikenal sebagai markas persembunyian Pangeran Diponegoro saat memimpin Perang Jawa pada 1825 hingga 1830.

Dikutip dari situs resmi Pemerintah Desa Guwosari, Goa Selarong merupakan situs bersejarah penting yang menjadi pusat kawasan wisata Desa Guwosari sekaligus Kabupaten Bantul selama ini.

Berada di kawasan perbukitan kapur yang masih sangat asri, Goa Selarong tak hanya menyimpan nilai sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga memiliki kekayaan budaya berupa peninggalan cagar budaya yang luar biasa.

Kawasan Goa Selarong sendiri terbagi dalam dua goa utama, yakni Goa Selarong Kakung dan Goa Selarong Putri.

Goa Selarong Kakung yang berada di sisi barat, diyakini menjadi tempat Pangeran Diponegoro beristirahat dan bertapa ketika menyusun strategi perang melawan pasukan kolonial Belanda. 

Dipenuhi Pohon Secang

Warga sekitar juga mengenal goa ini dengan nama Goa Secang karena dahulu kawasan Bukit Selarong dipenuhi pohon secang yang dikenal sebagai bahan baku pembuatan minuman khas Yogyakarta.

Secara arkeologis, Goa Kakung diperkirakan sudah ada sejak masa Hindu sebelum digunakan oleh Pangeran Diponegoro. Hal itu terlihat dari adanya pahatan berbentuk panil, pilar, serta altar di bagian dalam goa yang menunjukkan ciri tempat pemujaan Hindu kuno.

Mulut Goa Kakung memiliki panjang sekitar 2,64 meter dengan tinggi 1,7 meter dan kedalaman mencapai lebih dari 4 meter.

Pada bagian depan goa terdapat dua buah yoni yang diletakkan terbalik. Kini area depan goa telah dilengkapi pagar dan lantai batu andesit untuk menjaga kelestarian situs.

Sementara itu, Goa Selarong Putri berada sekitar 50 meter di sebelah timur Goa Kakung. Goa ini dipercaya menjadi tempat beristirahat RA Ayu Ratnaningsih, istri Pangeran Diponegoro.

Berbeda dengan Goa Kakung yang memiliki unsur pahatan manusia, Goa Putri terbentuk secara alami dari batuan kapur. Goa ini berbentuk memanjang dari barat ke timur dengan mulut goa menghadap ke selatan. 

Suasana di dalam goa terasa sejuk dengan akar-akar pohon yang menjalar hingga ke bagian dalam. Membuatnya nampak eksotis sekaligus sangat alami.

Selain dua goa utama, kawasan Bukit Selarong juga menyimpan beberapa benda cagar budaya berupa lima yoni serta batu monolit yang telah terdata dalam inventaris peninggalan sejarah.

Tak hanya sekadar wisata sejarah, Goa Selarong juga menyuguhkan wisata alam berupa panorama kawasan perbukitan yang indah dan masih sangat asri.

Dimana terdapat air terjun kecil yang terlihat sangat indah saat musim penghujan. Selain kerap menjadi tempat tujuan rekreasi, tempat ini juga potensial dikembangkan sebagai tujuan wisata edukasi.

Untuk menikmati kawasan wisata Goa Selarong pengunjung hanya dikenakan tiket masuk sekitar Rp6.000 per orang. Dengan harga tersebut, wisatawan dapat berkeliling kawasan goa, menikmati suasana alam, hingga mempelajari sejarah perjuangan Pangeran Diponegoro.

Dibuka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB, setiap setahun sekali kawasan ini juga rutin diadakan acara bersih desa dengan berbagai macam atraksi dan pertunjukan budaya yang dapat dinikmati pengunjung. 

Sayangnya, untuk menuju tempat ini pengunjung harus menggunakan kendaraan pribadi karena belum tersedianya angkutan umum yang dapat diakses langsung menuju lokasi wisata ini. ***

Share This Article
Avatar photo
Lahir di Jogja. Fans Man Utd.
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Leave a Comment