Bergaya Arsitektur New Indies Style, Pesanggrahan Pakualaman Hargopeni Tampil Memukau

2 Min Read
A single-story bungalow with a curved bay window and red-tiled roof, set in a lush garden with trees and shrubs.
Pesanggrahan Pakualaman Hargopeni yang terletak di Jalan Siaga, Pedukuhan Kaliurang Barat, Kalurahan Hargobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman, merupakan salah satu bangunan bersejarah yang memiliki nilai penting baik dari sisi sejarah, arsitektur, maupun sosial budaya. (Foto: Istimewa)

Mabur.co- Pesanggrahan Pakualaman Hargopeni yang terletak di Jalan Siaga, Pedukuhan Kaliurang Barat, Kalurahan Hargobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman, merupakan salah satu bangunan bersejarah yang memiliki nilai penting baik dari sisi sejarah, arsitektur, maupun sosial budaya.

Bangunan ini pernah menjadi saksi peristiwa penting, salah satunya adalah digunakannya Hargopeni sebagai tempat menginap delegasi Australia dalam Perundingan Komisi Tiga Negara (KTN) pada 13 Januari 1948.

Pada masa Agresi Militer Belanda II, Hargopeni bahkan pernah difungsikan sebagai kamp internir Belanda, sehingga keberadaannya tidak hanya terkait dengan sejarah lokal Yogyakarta, tetapi juga terhubung dengan dinamika sejarah internasional pada masa itu.

Fakta-fakta ini menunjukkan bahwa Hargopeni tidak bisa dilepaskan dari narasi sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Keunikan Arsitektur

Dilansir dari situs Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan DIY), bangunan ini berdiri dengan gaya arsitektur New Indies Style atau Gaya Indis Baru, yang merupakan hasil adaptasi arsitektur kolonial Belanda dengan kondisi tropis Nusantara.

Perpaduan antara modernitas kolonial dengan kearifan lokal menjadikan Hargopeni tidak hanya bernilai fungsi, tetapi juga estetika.

Keunikan arsitektur ini menjadi bukti perkembangan budaya material masyarakat kolonial dan lokal di masa lalu.

Karena nilai penting tersebut, Pemerintah Kabupaten Sleman telah menetapkan Hargopeni sebagai Bangunan Cagar Budaya melalui SK Bupati Sleman No. 6.13/Kep.KDH/A/2019. Penetapan ini menegaskan urgensi untuk menjaga dan merawat keberadaan Hargopeni agar tetap lestari. 

Bangunan Pesanggrahan Hargopeni di masa sekarang mempertahankan banyak elemen arsitektural aslinya. Bangunan utama dengan atap genteng kodok (atap limasan dan atap payung) lengkap ornamen nok acroterie dan penangkal petir.

Fasadnya masih asli tanpa perubahan, berupa dinding bata diplester dicat kuning gading dengan jendela panorama berpanel kaca patri bermotif flora (ornamen Art Nouveau) dan kusen kayu.

Lantai ruangan utama menggunakan tegel kuning-merah yang masih mempertahankan pemasangan asli. Bangunan penyerta di belakang (berbentuk “L” terhubung selasar) memuat empat kamar tidur, kamar mandi, gudang, dan dapur.

Sementara garasi bawah terdiri atas ruang mobil dan ruang penjaga dengan atap seng dan dinding rubble wall berpasang batu kali.

TAGGED:
Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Leave a Comment