Pancasila Bukanlah Formalitas Setahun Sekali

2 Min Read
Para Aparatur Sipil Negara (ASN) memberikan penghormatan kepada bendera Merah Putih dalam peringatan harlah Pancasila. (Foto: dinkominfo.demakkab.go.id)

Mabur.co – Hari kelahiran Pancasila memang selalu diperingati setiap tanggal 1 Juni, sebagai cara untuk mengenang terbentuknya ide dasar negara yang satu ini dari mantan Presiden Soekarno.

Namun, sejak ditetapkan hampir 81 tahun silam, implementasi dari Pancasila sebagai dasar negara tampak masih jauh dari cita-cita yang telah ditetapkan oleh mantan Presiden Soekarno, pada masa-masa sebelum mencapai kemerdekaan.

Sementara di era yang serba canggih seperti sekarang, Pancasila tak ubahnya hanya ucapan formalitas yang terus berulang dari para pejabat setiap tahunnya, tanpa memiliki konteks yang mampu diimplementasikan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari, di luar tanggal 1 Juni tersebut.

Hal itu juga turut dirasakan oleh salah satu guru Bahasa Indonesia di Madrasah Aliyah (MA) Pamulangan, Godean, Sleman, Yogyakarta, Endang Winarsih.

Perayaan Formalitas

Menurut Endang, Pancasila saat ini hanya berupa perayaan formalitas yang hanya terjadi di setiap perayaan upacara, tanpa benar-benar menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari.

“Saya sangat sedih ketika melihat Pancasila hanya menjadi formalitas setiap tahunnya. Dan entah siapa yang harus dipersalahkan (ketika Pancasila hanya menjadi formalitas tanpa benar-benar diimplementasikan), rakyatkah sebagai warga negara? Atau pemimpin yang mungkin sudah jauh dari (penerapan) sila-sila Pancasila?” tegas Endang Winarsih, saat dihubungi mabur.co, Senin (1/6/2026).

Endang sejatinya percaya, bahwa Pancasila disusun sebagai dasar negara dengan niat yang serius dan telah mempertimbangkan segala sesuatunya, terutama aspek kemanusiaan itu sendiri, sebagai elemen utama dalam penerapan Pancasila.

“Saya percaya Pancasila itu dirumuskan dengan sadar dan juga serius, dengan mempertimbangkan manusia sebagai makhluk berketuhanan dan juga makhluk sosial. Maka Pancasila haruslah hidup melalui tindakan dan ucapan, dengan tetap berkiblat pada ajaran agama yang dianut masing-masing,” tambah Endang.

Meski Pancasila memiliki tujuan yang sangat mulia sebagai pedoman hidup berbangsa dan bernegara, serta dijadikan sebagai dasar negara Indonesia sampai hari ini, namun Endang merasa bahwa Pancasila tidak pernah benar-benar dijadikan pedoman hidup yang sesungguhnya.

Melainkan hanya sebagai teks di atas kertas yang dibaca pada periode tertentu saja, khususnya dalam setiap perayaan upacara bendera, dan seterusnya. (*)

Share This Article
Avatar photo
Lulusan program studi Jurnalistik STMM Yogyakarta, Jurnalis mabur.co, Writing Is Journey Of My Life
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Leave a Comment