Sejarah Matraman, “Kampung Kerusuhan” Bekas Markas Laskar Mataram

3 Min Read
Black-and-white street scene with vintage cars, utility poles, and storefronts; a horse-drawn cart on the right.
Kawasan Matraman di masa lalu. (Foto: Pinterest)

Mabur.co — Nama Matraman kembali menjadi sorotan publik setelah peristiwa kerusuhan yang terjadi di kawasan Jakarta, beberapa waktu terakhir. 

Bentrokan berdarah yang menimbulkan korban jiwa itu membuat kawasan kampung Matraman viral dan diperbincangkan di berbagai media sosial. 

Banyak yang kemudian menyebut Matraman sebagai kawasan “merah” karena seringnya terjadi bentrokan atau tawuran antar-warga di kawasan padat penduduk ini. 

Sejarah mencatat, Matraman memang bukan sembarang kampung yang terletak tepat di tengah kota Jakarta. Kampung ini bahkan merupakan salah satu kampung tertua yang menjadi saksi bisu sederet konflik berdarah yang pernah terjadi.

Jauh sebelum Indonesia merdeka, yakni sekitar abad ke-17 kampung Matraman tercatat sudah berdiri. Saat itu kota Jakarta masih bernama Batavia.

Asal-Usul Matraman

Melansir informasi dari situs Dinas Kebudayaan Jakarta, Senin (27/7/2026), asal-usul nama Matraman berasal dari kata Mataraman. Nama itu berkaitan dengan keberadaan pasukan Kerajaan Mataram Islam yang pernah menyerang kota Batavia. 

Pada 1628 dan 1629, pasukan Kerajaan Mataram Islam di bawah pimpinan Sultan Agung, tercatat dua kali menyerang VOC yang saat itu berkuasa di Batavia. 

Pasukan tersebut bergerak untuk menggempur kekuatan VOC yang dipimpin Gubernur Jenderal Jan Pieterszoon Coen.

Kawasan Matraman inilah yang konon dulu dijadikan sebagai markas pasukan Kerajaan Mataram. Menurut versi ini, pasukan Mataram yang tidak kembali ke wilayah asalnya kemudian menetap di kawasan tersebut.

Lama-kelamaan, penyebutan Mataram atau Mataraman berubah menjadi Matraman dan bertahan hingga era saat ini.

Pemerhati masalah sosial dan budaya, Lily Utami, dalam tulisan yang pernah diunggah akun Perpustakaan Nasional juga membenarkan hal tersebut. 

Bekas Markas Pasukan Mataram

Ia mengatakan, kawasan Matraman memang pernah menjadi markas pasukan Mataram dalam penyerangan ke Batavia.

Salah satu bukti keberadaan pasukan Kerajaan Mataram ini bisa dilihat dari jejak peninggalan ikonik berupa sebuah Masjid Jami Matraman yang masih berdiri hingga saat ini. 

Menurut website berita resmi Pemprov DKI, awalnya masjid ini hanyalah sebuah musala kecil yang didirikan oleh sisa-sisa pasukan Mataram sekaligus Abdi Dalem setia Kesultanan Mataram. 

Lalu pada 1837 Masehi, seorang keturunan laskar Mataram tersebut mempelopori pembangunan masjid yang lebih besar hingga akhirnya menjadi Masjid Jami Matraman saat ini.

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar