Mabur.co – Ada banyak cara yang bisa dilakukan, untuk memperkenalkan sejarah keistimewaan Yogyakarta kepada para generasi muda. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi, yakni melalui media sosial.
Media sosial terbukti merupakan sarana yang ampuh bagi pemerintah, untuk mensosialisasikan sejarah keistimewaan Yogyakarta kepada anak-anak muda atau Gen Z masa kini, yang sehari-harinya tidak pernah bisa lepas dari gadget, dan sebagainya.
Media Sosial Lebih Menarik
Dengan tampilan visual yang menarik alias eye-catching, penyampaian sejarah kesitimewaan tetap mampu menarik minat mereka, agar mempelajari lebih dalam mengenai asal-usul keistiewaan yang dimiliki Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), seperti yang tertuang dalam Undang-Undang (UU) Nomor 3 Tahun 1950, tentang pembentukan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai daerah tingkat provinsi.
Hal itu turut dirasakan sendiri oleh Forum Anak DIY, yang ikut mensosialisasikan sejarah keistimewaan DIY kepada generasi muda lewat media sosial.
“Sekarang ini media sosial tidak hanya bisa melakukan setting tren sesuatu yang sifatnya modern atau kekinian saja. Karena media sosial ternyata juga cukup ampuh untuk belajar menggali budaya-budaya sejarah Yogyakarta. Seperti mensosialisasikan kegiatan kunjungan ke Benteng Vredeburg, Museum, Jogja Heritage, dan sebagainya,” ungkap Ketua Forum Anak DIY, Latifah Nur’aini, dalam program siaran langsung “Sinau Sejarah”, yang ditayangkan di kanal YouTube Paniradya Kaistimewan, Kamis (23/7/2026).
Tak Mudah Terpapar Informasi Negatif
Dengan perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat seperti saat ini, salah satunya melalui media sosial, Forum Anak DIY pun menyadari, bahwa mereka juga perlu memaksimalkan penggunaan teknologi yang satu ini, agar anak-anak muda tidak mudah terpapar dengan informasi lainnya, yang cenderung mengarah ke sisi negatif.
“Kami sadar bahwa media sosial ini punya peran yang sangat penting untuk menyampaikan informasi kepada teman-teman (generasi muda), serta untuk menciptakan tren (mempelajari sejarah) kepada mereka. Sehingga kami juga berusaha memaksimalkan media sosial, yang pastinya juga dipadukan dengan kreativitas teman-teman sendiri. Sehingga ke depannya media sosial bisa menjadi wadah paling progresif bagi kami untuk menyampaikan informasi,” tambah Latifah.
Latifah pun tak lupa menyampaikan pentingnya mempelajari sejarah keistimewaan Yogyakarta bagi para generasi muda, karena hal itu dapat menambah rasa cinta dan semangat kepada kota yang ditinggalinya saat ini.
Sekaligus menjadi sarana yang baik untuk melestarikan nilai-nilai keistimewaan yang terkandung di dalamnya. (*)
