Mabur.co– Dalam dunia infrastruktur yang terus berkembang, jembatan memegang peranan strategis sebagai penghubung antara daerah, penggerak ekonomi, dan penunjang konektivitas logistik.
Namun, membangun jembatan bukan sekadar memilih lokasi dan meletakkan struktur. Setiap jenis jembatan memiliki tantangan teknis dan struktural yang berbeda.
Guru Besar bidang Arsitektur Pusaka Perkotaan UGM, Ir. Ikaputra, M.Eng., Ph.D, mengatakan, kalau sebenarnya bicara jembatan, ada beberapa prinsip.
Antara lain jembatan pasti basisnya adalah struktur. Jadi, strukturnya diutamakan dulu. Jika struktur itu sudah memenuhi syarat keselamatan, tahan terhadap beban-beban mobil yang melewati, angin dan sebagainya, maka pertanyaannya pilihan strukturnya itu apakah juga bisa menjadi bentukan struktur yang baik atau yang namanya ikonik.
Golden Gate San Fransisco
Seperti Jembatan Golden Gate San Fransisco yang dibangun menggunakan teknik pembuatan jembatan gantung yang telah teruji.
“Di jembatan gantung, beban jembatan ditopang oleh kabel yang terikat di pilar-pilar jembatan. Kabel itu dipasang di sepanjang jembatan dan diturunkan ke dasar laut. Ditancapkan ke dasar laut menggunakan anchor block. Jembatan Golden Gate juga memiliki struktur baja yang kuat,” ujarnya, Selasa (9/6/2026).

Ikaputra mengatakan, di Yogyakarta sendiri, ada jembatan yang ikonik yakni, Jembatan Pandansimo yang menghubungkan ruas Congot-Ngremang (Kabupaten Kulon Progo) dan Pandansimo-Samas (Kabupaten Bantul).
Tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan konektivitas, tetapi juga menghadirkan infrastruktur yang efisien dan memiliki daya tahan terhadap potensi bencana gempa.
Teknologi Inovatif
Pembangunan jembatan ini menggunakan teknologi inovatif yang belum banyak diterapkan di Indonesia yaitu Teknologi Corrugated Steel Plate (CSP), Lead Rubber Bearing (LRB) dan Mechanically Stabilized Earth Wall (MSE Wall).
Selain CSP, Jembatan Pandansimo juga menggunakan LRB pada struktur berbahan baja di antara Pile Cap dan Pedestal untuk meredam energi gempa serta meningkatkan fleksibilitas struktur.
“Dengan adanya LRB, jembatan memiliki ketahanan lebih baik terhadap pergerakan tanah yang sering terjadi di kawasan ini. Teknologi LRB ini memberikan perlindungan ekstra terhadap jembatan, terutama dalam menghadapi potensi gempa bumi. Dengan sistem ini, kami memastikan keamanan dan ketahanan jangka panjang bagi infrastruktur yang sangat vital ini,” katanya.

