Hari Lahir Pancasila, Beri Fondasi yang Kokoh bagi Peserta Didik

4 Min Read
Colorful carved dragon or phoenix sculpture outdoors with yellow scales and outstretched wings, wearing a shield in a sunny garden.
Ilustrasi Garuda Pancasila. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Mabur.co- Setiap tanggal 1 Juni, bangsa Indonesia kembali memperingati Hari Lahir Pancasila. Momentum ini bukan sekadar penanda historis lahirnya dasar negara, melainkan juga ruang refleksi tentang bagaimana bangsa ini dibangun dan dipertahankan hingga hari ini.

Di tengah kehidupan modern yang bergerak cepat, sering kali kita menikmati Indonesia sebagai sesuatu yang seolah telah tersedia begitu saja, padahal ada perjalanan panjang, pengorbanan besar, serta pergulatan pemikiran para pendahulu bangsa yang melahirkan fondasi kehidupan bernegara bernama Pancasila.

Peringatan ini merupakan momen penting bagi seluruh rakyat Indonesia untuk menghormati dan mengenang semangat serta nilai-nilai yang menjadi dasar pembangunan negara.

Dideklarasikan BPUPKI

Pancasila, sebagai dasar negara Indonesia, secara resmi dideklarasikan pada tanggal 1 Juni 1945 oleh Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Proses pembentukan Pancasila melibatkan tokoh-tokoh nasional yang beragam latar belakang, seperti Soekarno, Mohammad Hatta, Ki Hajar Dewantara, dan banyak lainnya, yang bekerja sama untuk menciptakan ideologi yang mempersatukan bangsa Indonesia.

Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Negeri 2, Pleret, Bantul, Maurina Umaroh mengatakan, di Hari Lahir Pancasila ini, sebagai guru setiap tahunnya selalu di sekolah mengadakan upacara Hari Lahir Pancasila.

“Kami di sekolah juga setiap hari Senin pagi selalu mengadakan upacara bendera di halaman sekolah karena dengan mengadakan upacara bendera yang rutin diadakan setiap hari Senin, diharapkan dapat memberikan fondasi yang kokoh bagi peserta didik untuk membangun identitas bangsa yang kuat dan penuh kebanggaan,” katanya.

Portrait of a person wearing a black hijab and glasses outdoors beside a beige building and wicker chairs.
Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Negeri 2 Pleret Bantul, Maurina Umaroh. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Peringatan Hari Lahir Pancasila ini menurut Maurina sangat bagus karena bisa mengenalkan kepada murid-murid bahwa setiap tanggal 1 Juni adalah Hari Lahir Pancasila. Karena Pancasila sebagai dasar negara harus diperingati terus.

Anak-anak sekarang juga kadang lupa dasar-dasar yang terkandung dalam Pancasila maka diadakan Peringatan Hari Lahir Pancasila.

Diharapkan murid-murid di dadanya ada Pancasila yang menjadi dasar agar mereka tidak lupa bahwa saat itu, Presiden Pertama RI Ir. Soekarno menyampaikan pidato pertama dengan mengusulkan lima dasar bagi negara Indonesia merdeka. Itulah yang dikenal sebagai Pancasila.

Maurina mengatakan, pihaknya juga selalu menanamkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di sekolah dengan cara sederhana. Mulai dari 3S. Senyum, salam, sapa.

Seperti itu juga bagian dari penanaman karakter. Untuk kegiatan lain dulu namanya P5 yakni merupakan bagian integral dari Kurikulum Merdeka yang dirancang untuk membentuk karakter serta kompetensi siswa berdasarkan nilai-nilai Pancasila.

Pelaksanaannya dilakukan melalui tema-tema proyek seperti gaya hidup berkelanjutan, budaya lokal, kearifan digital, dan kewirausahaan.

Sementara itu, P7 merupakan pengembangan dari P5 yang menekankan pada kepemimpinan, pengorganisasian, dan aksi nyata yang dilakukan siswa.

Jika P5 cenderung difasilitasi oleh guru, P7 memberi ruang lebih besar bagi siswa untuk merancang, mengelola, dan melaksanakan proyek secara mandiri atau berkelompok.

P7 bertujuan menjadikan siswa sebagai pelajar penggerak yang mampu membawa perubahan positif di lingkungan sekitarnya.

“Saya berharap untuk murid-murid saya yang di Kabupaten Bantul ini bisa menjiwai Pancasila di dalam dirinya sehingga nanti dalam hal berperilaku sehari-hari bisa mengejawantahkan Pancasila,” katanya.

Close-up of a smiling boy in a blue patterned shirt, outdoors with a house and greenery in the background.
Siswa SMP Negeri 3 Banguntapan, Ivan Fairus Andika Sadewa. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Sementara itu, salah satu siswa SMP Negeri 3 Banguntapan, Ivan Fairus Andika Sadewa mengatakan, kita harus memperingati Hari Pancasila dengan cara upacara di sekolahan maupun di rumah. Atau kita menjelajahi sejarah-sejarah hari lahirnya Pancasila.

“Saya memaknai Pancasila, saya membuka internet, menggunakan HP, dan dimanfaatin untuk membuka TikTok untuk mencari Sejarah Pancasila, Hari Lahir Pancasila, dan lain-lain,” katanya.

Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Leave a Comment